Ada Apa ! Terduga Pelaku Pemarangan di Desa Munte Belum Ditahan, Bukti Video Sudah Diserahkan ke Polisi

Liputan : Dedi

Luwu Utara, batarapos.com – Kasus dugaan pemarangan yang terjadi di Desa Munte, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, kembali menuai sorotan.

Keluarga korban mempertanyakan belum ditahannya terduga pelaku, meski video kejadian disebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Salah satu keluarga korban mengungkapkan, pihaknya telah menyerahkan sebuah video kepada Polsek Bone-Bone pada Kamis lalu.

Dalam rekaman tersebut, terlihat terduga pelaku memegang parang, sementara kedua orang tuanya disebut membawa dan melempar batu.

“ Ini videonya kakak, yang jelas pelaku pegang parang dan orang tua pelaku memegang batu dan melempar secara membabi buta. Bukti video kami sudah berikan ke pihak Polsek pada hari Rabu kemarin, ” ujar keluarga korban kepada awak media, Minggu (10/5/2026).

Menurut pihak keluarga, keberadaan video tersebut dinilai sudah cukup memperjelas kronologi kejadian dan keterlibatan para terduga pelaku dalam insiden berdarah tersebut.

Namun hingga kini, polisi belum melakukan penahanan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam aksi pemarangan tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Bone-Bone, AKP Muhajir, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penyidik masih membutuhkan pendalaman dan keterangan tambahan sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia juga mengatakan, pihaknya sudah mendatangkan pelaku di Polsek.

“ Waalaikumussalam. Kemarin datang di Polsek, tapi belum ditahan karena belum terbukti. Reskrim masih dalam keterangan lain, ” ujar Muhajir melalui pesan WhatsApp.

Ia juga menambahkan bahwa pihak Reskrim masih akan mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya video lain yang dapat memperkuat alat bukti.

“ Masih butuh keterangan, siapa tahu ada video lain kita punya, rencana Reskrim dalami lagi, ” tambahnya.

Sebelumnya, kasus dugaan pemarangan di Desa Munte, sempat menjadi perhatian warga setelah korban mengalami luka serius pada bagian jari kelingking putus dan jari manis hampir putus akibat tebasan parang.

Keluarga korban juga sempat mengecam lambannya penanganan kasus tersebut karena terduga pelaku belum diamankan hingga saat ini.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan