Diduga Ketahuan Selingkuh, Warga Mangkutana Ini Didenda Sapi Lalu Dipenjara !

2077

Luwu Timur, batarapos.com – EL (40) warga Kecamatan Mangkutana Luwu Timur menggugat suaminya J (37) melalui adat, lantaran J diduga ketahuan selingkuh dengan (S) yang masih ada hubungan keluarga.

J diduga ketahuan selingkuh saat EL menemukan foto-foto bugil S di android milik suaminya, selain foto-foto bugil dan S yang dikirim via whatsapp ke suaminya, EL juga menemukan percakapan via whatsapp antara J dan S yang begitu mesra.

Setelah menemukan itu, EL cekcok dengan J, selanjutnya EL mengadukan ke pemangku adat setempat, dugaan perselingkuhan itu pun dibahas ditingkat adat pada tanggal 14 Juli 2022 yang dihadiri pemerintah Desa dan kedua pihak.

Keputusan adat saat itu, J dan S didenda untuk membayar 2 ekor sapi kepada EL, masing-masing satu ekor sapi dari J dan satu ekor sapi dari S, tidak hanya didenda sapi, EL juga menggugat cerai J meskipun sedang hamil muda.

“Saya dapat semua foto-foto bugilnya, itu S yang kirim ke whatsapp J, dan banyak lagi percakapan antara mereka yang mesra-mesra, sudah dibicarakan di adat, mereka didenda sapi, saya juga sudah menggugat cerai dia walaupun sekarang saya hamil muda anak pertama setelah sembilan tahun bersama,” Kata EL kepada batarapos.com.

Menurut EL, J dan S sudah setahun lebih menjalin hubungan sejak bulan April 2021 lalu, hubungan mereka diketahui oleh EL sejak tanggal 18 Juni 2022, saat ketahuan J tidak bisa membantah pasalnya, bukti-bukti foto dan percakapan diperlihatkan oleh EL.

“Sudah setahun lebih mereka berhubungan baru saya tahu, waktu itu dia sempat mengelak tapi bukti-bukti foto dan percakapan diperlihatkan akhirnya tidak bisa mengelak, yang saya sayangkan sekali mereka itu masih punya hubungan keluarga yang sangat dekat,” Ucap EL.

Sementara S yang disambangi batarapos.com membantah jika dirinya dikatakan selingkuh, ia berdalih bahwa dirinya selama ini dipaksa oleh J setiap akan melakukan hubungan layaknya suami istri.

Modus yang digunakan J menurut S adalah membujuk dan mengajak S pergi dengan berbagai alasan menggunakan mobil, saat diperjalanan J menepikan mobil lalu mengerjakan S diatas mobil, J juga mengajak S ke tempat acara dero menggunakan motor, saat pulang, J membawa S ke pondok kebun warga untuk berhubungan intim.

S mengaku tidak berdaya saat J akan menyetubuhinya lantaran J mengancam untuk menyakiti S jika berteriak atau melawan, sehingga J dengan leluasa melancarkan aksinya setiap membawa S pergi.

“Saya tidak selingkuh sama dia, saya dipaksa dan diancam kalau mau begitu lagi, saya diajak pergi naik mobil, alasannya pergi foto copy tapi pas di jalan dia kasi tinggal mobil baru paksa saya, dia juga ajak saya pergi dero kalau pulang saya dibawa ke pondok kebun baru diancam,” Ungkap S.

Persoalan itu tidak hanya sampai dipembahasan sanksi adat, J saat ini telah ditahan di Mapolsek Mangkutana atas laporan dugaan persetubuhan terhadap S, pasalnya S saat ini masih anak dibawah umur usianya baru 16 tahun dan masih sekolah.

Penahanan J dibenarkan Kapolsek Mangkutana AKP. Nyoman Sutarja, S.Sos, penahanan J atas laporan keluarga S di Mapolsek Mangkutana, kasus ini juga telah didampingi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kabupaten Luwu Timur.

“Tersangka J sudah ditahan sejak tanggal 5 Agustus 2022 atas dugaan persetubuhan anak dibawah umur, itu berdasarkan laporan keluarga korban dan hasil penyelidikan, sudah didampingi juga dari Dinas Sosial,” Ujar Kapolsek Mangkutana kepada batarapos.com.

Tim batarapos.com

SebelumnyaWabup Luwu Utara Upayakan Penambahan Alat Berat Untuk Penanganan Tanggul 4 Desa
SelanjutnyaDirangkaikan dengan Vaksinasi Covid-19, Camat Malangke Hadiri Penyaluran BLT-DD di Desa Tingkara