FKN ke XIII, Kabupaten Luwu Adakan Maccera Tasi’

95

Luwu, Batarapos.com – Maccera Tasi’ merupakan rangkaian kegiatan Festival Keraton Nusantara ke XIII yang diadakan di kabupaten Luwu, jalan pelabuhan Tpi Ulo-ulo, Selasa (10/9/19).

Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau, sejumlah raja-raja, pangeran, permaisuri, dan sultan baik dalam negeri maupun luar negeri yang hadir mengikuti seluruh rangkaian prosesi acara tersebut, kegiatan pun terselenggara dengan baik.

Bupati Luwu, H.Basmin Mattayang, selaku tuan rumah dalam acara tersebut, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu yang hadir. Semoga teguh semangat dengan ketinggian dan kemuliaan.
Dirinya juga mengucapkan rasa kesyukuran buat masyarakat Luwu yang bisa bertemu langsung dengan para tamu kehormatan.

Kata Dia dalam prosesi itu, masyarakat Tana Luwu bisa melihat perbedaan satu sama lain. Berbeda agama, adat, suku tradisi, pakaian, semuanya itu merupakan anugrah dari Sang Pencipta.

Selanjutnya, dalam kesempatan ini, H.Basmin Mattayang (Bupati Luwu) menyampaikan perlunya kesadaran untuk melestarikan kebudayaan bangsa, sehingga rasa memiliki dan memelihara budaya tersebut ada didalam diri segenap elemen masyarakat. Dirinya juga menjawab pertanyaan dari beberapa isu-isu masyarakat soal Maccera Tasi’ yang biasa dikaitkan dengan kemusyrikan, padahal maccera tasi itu adalah sebagai bentuk implemetasi kesyurukan. Dan Pesta laut itu adalah tanda rasa syukur kita atas hasil laut yang menghidupi masyarakat sekitarnya.

Menurutnya, prosesi Maccera Tasi tahun ini tidak jauh beda dengan prosesi biasanya. Hanya saja acara seperti melarungkan kepala Kerbau itu ditiadakan, dan lebih kepada pelaksanaan syariat Islam.
Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja mewakili DATU LUWU, menjelaskan makna dari Maccera Tasi’. Maccera diartikan dalam bahasa Indonesia(pesta) dan Tasi adalah (Laut). Dimana kehidupan masyarakat Luwu juga bergantung pada daerah pesisir. Sehingga menggelar maccera tasi (pesta laut) sebagai ungkapan rasa kesyukuran kepada Allah Swt.
Karena acara ini dilaksanakan di laut, maka Maccera Tasi namanya. Seandainya mungkin acara ini untuk hasil panen kita, maka namanya maccera ase atau pesta panen.

Prosesi Maccera Tasi’ diawali dengan Mallekke Wae (mengambil air) di Istana Kedatuan Luwu, pada hari Jumat (6/9/19) untuk dibawa keprosesi acara maccera tasi di kabupaten Luwu.
Setelah itu, Selasa (10/9/19) Datu Luwu bersama 13 dewan adat menaiki pincara (perahu) di Pelabuhan Tadette, Desa Senga Selatan menuju Ance (menara upacara) di Pelabuhan Ulo-ulo. Menara upacara lalu dikeliling sebanyak tiga kali. Selanjutnya, dikumandangkan Adzan dari empat penjuru mata angin.

Benny Ahmad perwakilan Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) memberikan apresiasi yang kepada Kedatuan Luwu dan Bupati Luwu atas suksesnya acara Maccera Tasi.

Selanjutnya, Raja samu-samu dirinya mengugkapkan, Maccera Tasi’ merupakan salah satu adat budaya yang sangat terkenal dan memiliki makna mempersatukan berbagai golongan.

Dirinya juga mengatakan, Saya sebagai perwakilan FKIKN memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kedatuan Luwu dan Bupati Luwu yang telah menggelar acara Maccera Tasi yang sangat kental dengan nilai-nilai adat budaya. sehingga kami merasa FKN di Luwu kali ini merupakan yang terbaik. (Jaya)

SebelumnyaAir di Bendungan Kalaena Menurun, Dinas Pertanian Diminta Turunkan Pompa
SelanjutnyaBupati Lutim, Sambut Datangnya Rombongan FKN ke Xlll, Tahun 2019