Jual Potensi Wisata, Desa Bonto Ujung Perkuat Sinergitas Stakeholder Kelapa Muda

15

Jeneponto, Batarapos.com – Salah satu desa di Kabupaten Jeneponto, Kecamatan Tarowang, Desa Bonto Ujung, dengan perpaduan potensi wisata pantai dan potensi kuliner kelapa muda menjadi branding khas yang tidak dimiliki desa lainnya di Kabupaten Jeneponto.

Yang bertempat di jalan poros Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng maka dari itu dalam rangka itulah pelaksana desa Bonto Ujung Suardi gencar melakukan promosi wisata pantai kuliner kelapa muda melalui on air di media sosial dan off air dengan kegiatan-kegiatan sosial yang berpusat di lokasi wisata.

Sebagai salah satu strategi pembangunan desa adalah menjaring pelibatan stakeholder yang mampu membantu melakukan ekplorasi potensi di desa.

Wujud dari komitmen sinergitas para pihak, maka pada pembukaan Kemah Kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jeneponto yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar pada hari Jum’at, (20/9/19) berpusat di Desa Bonto Ujung. Wisata Kelapa Muda Sabda Alam disambut baik oleh Pj. Kepala Desa Bonto Ujung, Bapak Suardi A. Kahar. Kepala Desa memberikan fasilitas tempat dan layanan yang sangat luar biasa.

“Bahwa kita sedang kedatangan tamu dari Angkatan Muda Muhammadiyah Jeneponto yang akan melaksanakan Kemah Kader selama tiga hari dua malam sejak tanggal 20 s/d 22 September 2019, maka mari kita sama-sama menyambut mereka dengan baik dan memberi jaminan keamanan dan kenyamanan sekaligus ini adalah merupakan bentuk promosi potensi wisata yang kita miliki di desa ini, semoga menghadirkan berkah dan kemanfaatan kepada kita semua,” ujarnya.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah dalam rangka merawat silaturahim kader, dan memasifkan gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar setiap Ortom Muhammadiyah.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, KH. Ahmad Tawalla sekaligus membawakan Tauziah dalam Tabligh Akbar AMM mengawali Kemah Kader.

Dalam Tauziahnya beliau menyampaikan kepada Angkatan Muda Muhammadiyah (IPM, IMM, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah) serta beberapa tokoh masyarakat yang hadir, “Marilah kita sama-sama memperbaiki hati, ibadah dan akhlak karena sekarang ini sudah banyak gerakan ibadah yang tidak sesuai lagi dengan apa yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan mereka mangaku juga sebagai orang Islam lalu mengarang kitab, mengaku nabi, maka perlu kita semakin berhati-hati agar terhindar dari pengaruh sesat dan menyesatkan,” tutupnya. (Ridwan Tompo)

SebelumnyaIstri Meninggal Dunia, Suami Tuduh Tetangga Sebagai Penyebabnya, Begini Kronologisnya !
SelanjutnyaBalap Liar Kembali Marak Di Kawasan Kantor Daerah Luwu Utara