Polres Majene Beberkan Dampak Gempa di Sulbar

194

Majene, batarapos.com – Gempa dengan skala Mag 5,9 yang mengguncang wilayah Majene membuat panik seluruh masyarakat dan berlarian keluar bangunan baik rumah maupun kantor, toko dan sebagainya, Kamis (14/1/21).

Bersamaan dengan itu, sangat disayangkan masih saja ada oknum yang menyebar isu hoax berupa gambar akibat gempa lewat media sosial yang menambah kepanikan. Namun hal tersebut bisa segera diatasi dengan memastikan keabsahan gambar yang ternyata kejadiannya di Sumatra pada 2019 lalu.

Tentu ini merupakan tindakan yang tidak terpuji dan bisa saja berurusan dengan hukum.

Hal ini disebutkan langsung oleh Kepala Bagian Operasi AKP Ujang Saputra setelah mengumpulkan semua informasi dari Polsek jajaran dari dampak gempa yang terjadi.

Dari delapan Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Majene, enam wilayah seperti Kecamatan Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tammerodo Sendana dan Ulumanda tidak terjadi kerusakan hanya saja beberapa tiang listrik menjadi miring namun telah diperbaiki oleh pihak PLN.

Sementara itu, di Tubo Sendana dilaporkan bahwa terjadi longsor di dua titik Dusun Lombona Desa Tubo Tengah, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene dimana material tanah bercampur batu menutup penuh badan Jalan Trans Sulawesi yang sempat mengakibatkan kemacetan.

Namun kondisi saat ini, badan jalan sudah bisa dilalui berkat kerjasama Pemerintah setempat, TNI/Polri dan masyarakat.

Pasca Gempa beberapa Masyarakat di Wilayah Kecamatan Tubo Sendana mengungsi ke daerah ketinggian.

Untuk wilayah Kecamatan Malunda sendiri sementara Proses Pendataan. Namun berdasarkan informasi warga setempat sementara mengungsi di SMK Bukit Tinggi, Desa Petabean dan Desa Kayuangin tidak ada tanah longsor dan pohon tumbang arus lalin lancar.

Disamping itu, ada warga yang terluka lecet namun telah mendapat perawatan di Puskesmas untuk membantu proses penyembuhannya, jelas Kabag Ops. (Sbn)