Liputan : Yusri
Bone, batarapos.com – Proyek rehabilitasi Daerah Irigasi Kabupaten Bone Paket-2 yang dikerjakan pihak rekanan PT Bumi Karsa tiba-tiba ambruk diduga kuat tidak berkualitas.
Pengawas Lapangan pihak PT. Bumi Karsa bernama Zulfikar saat melihat dan mengkroscek langsung kerusakan tersebut akibat kelalaiannya sendiri saat mengawasi pekerjaan tersebut. Ia mengaku jika lumut yang menempel pada dinding irigasi itu dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dilakukan plasteran.
Bukan hanya cerita belaka diutarakan Zulfikar, dirinya juga meyakinkan wartawan dengan berasumsi jika proses pekerjaan kemarin. Ia sudah memperingatkan pekerja untuk membersihkan Lumut yang menempel di dinding saluran irigasi namun diabaikan.
” Saya arahkan ini harus dilepas lumutnya, ini terlepas karena lumut saya akui pak. Ini lumut harusnya di lepas, ini keteledoran saya mengawasi disini , ” Kata Zulfikar pengawas lapangan PT Bumi Karsa. Sabtu 2 Mei 2026.
Zulfikar mengaku pekerjaan ia awasi selama ini di lokasi pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi merupakan inventory hasil kontrak sebenarnya oleh PT. Bumi Karsa yang merupakan pihak rekanan Dinas Sumber Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan.
” Ini kondisional pak, dalam artian kita melihat bahwa pada saat joint inspeksi itu yang menentukan harus bongkar full misalnya, ini harus setengah, ini harus beberapa spot saja, ” Tambah Pengawas Lapangan.
Disinggung terkait desain gambar proyek yang digarap PT. Bumi Karsa, Zulfikar mengaku sudah mengantongi gambar tersebut. Hanya saja bertetapan, ia tidak dibawah kelokasi saat kedatangan wartawan. Sangat berbanding terbalik keterangan pers diberikan konsultan pengawas kemarin.
” Ada pak desain gambar, kami sudah perlihatkan kepada masyarakat, ” terangnya meyakinkan.
Sebelumnya diberitakan ” Konsultan Akui Proyek Irigasi Dikerja Tanpa Gambar, Pantas Petani di Bengo Murka ”
Dilokasi pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi Kabupaten Bone Paket-2 ini juga terpantau diawasi ketat oleh petani yang merupakan masyarakat Desa Bengo, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone. Pasca insiden pembongkaran pekerjaan oleh pekerja proyek.









