Liputan : Yusri
Bone, batarapos.com – Proyek rehabilitasi daerah Irigasi permukaan yang dikerjakan pihak rekanan PT Bumi Karsa menuai sorotan tajam dari masyarakat Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.
Pemakai air saluran irigasi di wilayah ini kesal lantaran pekerjaan proyek yang dikerjakan rekanan kontraktor diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis hingga melabrak kesepakatan para petani. Seperti yang diungkapkan warga Desa Bengo, Kecamatan Bengo berinisial TA.
Hasil monitoring para petani selama pekerjaan berlangsung mendapati pekerjaan pihak rekanan PT Bumi Karsa tidak dimaksimalkan, seperti pembongkaran saluran irigasi lama tidak dilakukan secara utuh. Lebih ironisnya lagi ditangan sang kenek nakal, bekas pecahan bongkaran plasteran lama juga dimanfaatkan.
” Kemarin saya dapati seperti itu, kami suruh bongkar semua pasangannya baru suruh kerja ulang, lebih parah lagi kemarin itu pekerja. sampah bongkaran plasteran lama itu dipasang kembali dijadikan pengganti batu , ” Geram TA Sabtu 2 Mei 2026.
Padahal kesepakatan petani diawal dengan rekanan sebelum proyek dikerjakan, titik lokasi saluran irigasi yang rusak parah dibongkar utuh hingga dibawah kedalaman lantai dasar untuk memaksimalkan pekerjaan.
” Tidak ada itu kesepakatan bongkar setengah, karena saya ikut rapat kemarin. Dua kali kita pertemuan di Kantor Desa dan kantor UPT PSDA wilayah Bengo, ” tegas petani berinisial AR
Selain pekerjaan fisik, AR dan petani lainnya yang tergabung di Kecamatan Bengo juga mempertanyakan keberadaan papan nama proyek pihak rekanan, sebagai bentuk transparansi publik kontraktor yang diatur dalam undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), namun.
” Sempat juga dipertanyakan papan proyeknya, karena masyarakat juga mau tahu berapa anggarannya tapi jawaban konsultan masyarakat disuruh menyurat kekantor mereka, ” keluhnya AR.
Petani inisial SD juga menambahkan, jika pekerjaan saluran irigasi ini tidak dimaksimalkan maka rasa khawatir kerap menghantui pemakai air, terlebih saluran irigasi tersebut berusia kurang lebih 42 tahun dan baru tersentuh anggaran.
” Sudah dua musim pak petani di Bengo tidak mengolah sawah mereka karena suplai air tidak memadai, bahkan setiap tahun kita gotong royong perbaiki tambal saluran bocor. Kami sangat berterima kasih pak gubernur sulsel sudah kasih anggaran masa mau dikerja asal-asalan ? makanya petani disini bersatu awasi ketat ini pekerjaan, ” terang SD Rabu 29 April 2026.
Sebelumnya tim batarapos.com juga melakukan investigasi dititik lokasi proyek rehabilitasi saluran irigasi tersebut pasca menerima laporan petani, dan mendapati pekerjaan rekanan seperti yang dilaporkan petani dibawah pengawasan ketat konsultan pengawas.
” Ini permintaan masyarakat juga, kalau keras pasangan lama gak usah dibongkar daripada merusak lantai kan , ” kata konsultan.
Namun saat dipertanyakan desain gambar proyek rehabilitasi yang dikerjakan rekanan PT. Bumi Karsa, KSO konsultan pengawasan blak-blakan jika gambar tersebut belum pernah dipegang.
” Yang ini dikerjakan tanpa gambar pak, ” Kata konsultan Pengawas
Pekerjaan yang digarap beberapa titik pihak rekanan lanjut Konsultan, merupakan kesepakatan petani dengan pihak kontraktor, sambil menunggu hasil fotografi Agrinas Pangan Nusantara (APN) yang merupakan Kerja Sama Operasional (KSO) PT. Bumi Karsa
” Proyek ini baru yo, maksudnya beda yang lain biasanya SPK turun, gambar semua sudah ada. Ini terus terang saya bingung juga , ” tambahnya konsultan pengawas. Kamis 30 April 2026 kemarin.











