Salut ! 9 Tahun Sengketa Lahan Berakhir Damai, Ini Yang Dilakukan Kades Pancakarsa

261
Foto : Kepala Desa Pancakarsa Debora Salurante dan kedua pihak yang bersengketa

Luwu Timur, batarapos.com – Sembilan tahun bersengketa lahan bukan waktu yang singkat, tentunya dalam proses sengketa itu banyak pihak yang berkorban dari segi materi dan tenaga terutama kedua pihak yang bersengketa.

Melalui tangan dingin Debora Salurante Kepala Desa Pancakarsa Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi selatan, sengketa lahan tersebut berakhir damai dan tidak saling merugikan kedua pihak antara penggugat Markus Bunga dan tergugat Ramabay.

Objek sengketa lahan ini berada di Dusun Kopi, Desa Pancakarsa, rencananya sengketa lahan ini akan diajukan ke Pengadilan dalam waktu dekat ini, pasalnya sejak Sembilan tahun tak kunjung ada penyelesaian, dengan pendekatan persuasif Debora Salurante sang Kades Wanita di Mangkutana itu, akhirnya sengketa lahan ini diselesaikan tanpa harus melalui jalur peradilan.

“ Iya benar, sengketa ini sejak tahun 2012 lalu, ini kembali mencuat beberapa waktu belakangan ini, sehingga kita lakukan upaya persuasif terhadap kedua pihak, sehingga sengketa lahan ini berakhir damai, kedua pihak sudah membuat surat pernyataan, dan itulah tugas kami sebagai pelayan masyarakat untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat kami,” Ucap Debora Salurante kepada batarapos.com.

Kedua pihak telah sepakat dan membuat surat penyataan pada tanggal 24 September 2021 yang diketahui oleh Kepala Desa Pancakarsa, bahwa lahan seluas 41 meter persegi yang menjadi objek sengketa itu dibagi dua.

Terpisah  Zaenal M Sere atau yang akrab disapa bapak Wiwi mengatakan bahwa Debora Salurante tidak hanya gesit dalam penyelesaian-penyelesaian kasus ditengah masyarakatnya meskipun sang Kades adalah seorang wanita, melainkan Debora Salurante juga telah membuktikan berbagai prestasi dan penyelarasan pembangunan di Desa Pancakarsa.

“ Ibu Debora ini gesit dalam penyelesaian masalah-masalah yang ada di Desa walaupun dia seorang perempuan, prestasinya pun dari segi pembangunan Desa sangat nampak dan dirasakan masyarakat, beliau juga tiodak membeda-bedakan masyarakatnya, selalu hadir ditengah suka maupun duka masyarakat, sehingga kami telah berkomitmen untuk tetap mepertahankan ibu Debora pada Pilkades mendatang, kami masih sangat butuh sosok seperti beliau,” Kata Zaenal M Sere.

Tim batarapos.com/ Mus

SebelumnyaFatin Shidqia Luncurkan Single Berjudul Dalam Teduh
SelanjutnyaKronologis Tabrakan Ambulans Tomoni Timur, Empat Korban Dirawat !