Sejak Pandemi, Hanya 3 Warga Mantadulu Terkonfirmasi, Begini Cara Kades Tekan Kasus Covid19 di Desanya

63

 

Luwu Timur, batarapos.com – Luwu Timur salah satu dari tiga Kabupaten dan satu Kota di Luwu Raya yang pernah masuk dalam status PPKM level 4 dan zona merah penyebaran Covid19.

Dimana saat ini Kabupaten Luwu Timur kembali bangkit dan angka kasus positif covid19 mengalami penurunan sejalan dengan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah dimulai pada awal pekan ini.

Di Luwu Timur terdapat 124 Desa dan 3 Kelurahan serta 11 Kecamatan dimana angka covid19 mencapai 6.617 kasus terkonfirmasi, yang didominasi oleh Kecamatan Nuha diangka 2.380 kasus terkonfirmasi.

Sementara untuk kecamatan Angkona, berada diangka 175 kasus terkonfirmasi, kecamatan ini terdiri dari 10 Desa salah satunya Desa Mantadulu yang dihuni 2.300 jiwa, Desa Mantadulu ini dinahkodai Anak Agung Made Ratmaja.

Di Desa Mantadulu tercatat hanya tiga kasus terkonfirmasi positif covid19 sejak pandemi ini, satu meninggal dunia dan dua orang dinyatakan sembuh, meski satu dari dua orang tersebut hanya ber KTP Desa Mantudulu namun menetap tinggal di Desa lain sebelum terkonfirmasi.

” Sampai saat ini hanya tiga warga di Desa Mantadulu yang terkonfirmasi, satu meninggal dan dua sembuh, tapi yang satu orang dari dulu tidak menetap tinggal di Desa ini tapi di Desa lain, hanya ber KTP Desa Mantadulu,” Kata Kepala Desa Mantadulu.

Lantas bagaimana cara dan upaya Kepala Desa Mantadulu menekan angka kasus covid19 di Desanya ?

Kepada batarapos.com, Anak Agung Made Ratmaja mengungkapkan bahwa sejak pandemi covid19 dirinya telah mengintruksikan dan melibatkan semua pihak di Desanya termasuk Tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda untuk berperan aktif memutus rantai penyebaran covid19.

Salah satunya menyediakan sejumlah fasilitas, untuk masyarakat maupun acara keagamaan, mulai dari alat cuci tangan, masker, vitamin dan rumah isolasi.

Apabila ada warganya yang rapid testnya reaktif semua harus menjalani isolasi mandiri, saat isolasi juga warga mendapat perhatian khusus dari pemerintah Desa, setiap paginya Kepala Dusun ditugaskan untuk mengecek kebutuhan masyarakat yang sedang isolasi mandiri.

Semua kebutuhan masyarakatnya yang menjalani isolasi akan dipenuhi hingga hasil rapid testnya dinyatakan negatif, begitupun dengan warga yang swab testnya dinyatakan positif diwajibkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah isolasi yang sudah disiapkan serta mendapat perhatian khusus.

Untuk rumah isolasi sendiri, kades memanfaatkan rumah jabatan yang berada dilingkungan kantor Desa, dalam rumah isolasi ini sudah disediakan fasilitas untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, meski demikian, rumah isoalsi ini belum pernah dihuni oleh warga, pasalnya sejak pandemi hanya tiga orang warganya yang dinyatakan positif dan itu terdeteksi beberapa waktu lalu.

Pemerintah Desa juga aktif memantau warganya yang baru pulang dari daerah lain, untuk memastikan kondisi warganya yang baru bepergian selalu dilakukan pengecekan kesehatan setidaknya melakukan isolasi mandiri.

Tim batarapos.com/ Mus

SebelumnyaGerakan Jumat Sedekah ASN Setda Sasar 40 Warga Kurang Mampu
SelanjutnyaApel Pagi, Bupati Luwu Timur Ajak Petugas Kebersihan Ikhlas Bekerja