Siswanya Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kepala SMK 2 Lutim Sebut KPA SANGKAR Sudah Tidak Diakui

6914

 

Luwu Timur, batarapos.com – Muh. Rifaldi (18) siswa SMKN. 2 Luwu Timur dikabarkan meninggal dunia diduga ikut Diksar Komunitas Pecinta Alam (KPA).

Muh. Rifaldi merupakan warga Desa Kanawatu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, korban diketahui meninggal dunia di Puskesmas Tana Lili, Luwu Utara dengan wajah lebam.

Korban suudah diambil keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka di Desa Kanawatu.

Informasi yang dihimpun, korban sebelumnya dikabarkan meninggal dunia, korban mengikuti diksar Komunitas Pecinta Alam (KPA) Sanggar Kreatif Anak Rimba (SANGKAR).

Saat dikonfirmasi, Kepala SMKN 2 Luwu Timur (Mulyama Tanjung) membenarkan bahwa korban adalah siswanya.

Ia juga menegaskan bahwa KPA SANGKAR sudah tidak diakui lagi oleh pihak sekolah selama 2 tahun terakhir.

Ia juga telah menyampaikan kepada seluruh siswanya agar tidak mengikuti diksar apapun tanpa rekomendasi dari pihak sekolah.

“Benar korban ini adalah siswa kami di kelas 11, tapi dalam kegiatannya itu kami pihak sekolah tidak tahu, karena memang khsusnya KPA SANGKAR ini sudah dua tahun ini kami tidak lagi merekomendasikan untuk merekrut siswa kami dalam bentuk kegiatan apapun karena pihak sekolah sudah tahu bagaimana proses diksarnya” Kata Kepala SMKN 2 Luwu Timur, malam tadi, Sabtu (13/3/21) via telpon.

Kepala SMKN Luwu Timur juga telah menegaskan kepada seluruh siswanya, bahwa hanya Pramuka dan PMR yang diperbolehkan oleh pihak sekolah, meski demikian harus mendapat rekomendasi sekolah. (Tim).

SebelumnyaPeduli Sesama, Komunitas Markintil Bagi Sembako
SelanjutnyaProf Jufri Apresiasi Dua Kepala SMK Presentasi Program SMK PK