Tanggapi Isu Miring Bantuan Masuk, Lukman : Pendopo Dinilai Representatif Tampung Logistik

40

Majene, batarapos.com – Bupati Majene (Lukman) meluruskan anggapan miring terkait bantuan logistik korban gempa bumi yang ditempatkan di Pendopo Rujab Bupati.

Awalnya posko utama memang ditempatkan dipusat gempa yaitu Kecamatan Malunda, namun karna pertimbangan situasi bencana  dan lokasi yang berada diperbukitan maka di alihkan ke Pendopo sesuai petunjuk dari Satgas Bencana.

Selain itu, Pendopo dinilai representatif menampung logistik karna luas dan memiliki parkiran yang besar. Bukan cuma itu banyak donatur dari luar kota yang tidak ingin menditribusikan bantuannya ke pusat gempa, karna takut dengan faktor keamanan.

Jadi saya ini dalam posisi penyetujui saja pertimbangan yang masuk, bukan karna kemauan kita yang membelokkan mobil bantuan ke Pendopo untuk menimbun tidak benar itu” Ucapnya.

Untuk itu Lukman sepakat dengan Satgas Bencana dan pimpinan OPD untuk mendistribusikan bantuan secara habis ke setiap Kecamatan setalah masa tanggap darurat berakhir. Sehingga pihak kecamatanlah yang akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa yang terdampak.

Senada dengan hal tersebut Dansatgas Bencana Majene Dandim 1401 Yudi Rombe mengatakan, kebijakan untuk mengelola bantuan yang masuk mengingat masa tanggap darurat yang berakhir. Logistik yang masuk tidak semua di drop karna dijadikan logistik cadangan, karna jangan sampai ada bencana susulan.

Juru Bicara Satgas Sirajuddin juga memastikan seluruh logistik tersalur dengan baik, termasuk di wilayah terisolir yang di bantu oleh TNI AU. Setelah masa tanggap darurat berakhir 4 Februari, akan amsuk masa transisi menuju pemulihan.

Sementara kami koordinasikan dengan pihak BNPB untuk proses pendataan dan memferfifikasi data keruakan, karna kedepan akan ada  program dana hunian bagi kerusakan rumah ketegori rusak berat,  sebanyak Rp 500 ribu perbulan selama  6 bulan” ujar Sirajuddin di hadapan wartawan.

Saat ini kebutuhan yang mendesak dari masyarakat adalah tenda. Dari tiga kecamatan Total yang dibutuhkan 5250 tenda. Yaitu di Kecamatan Ulumanda 1750 tenda, Malunda 3500 tenda dan Tubo Sendana sekitar 600 Tenda. Saat ini Pemda Majene hanya memiliki stok sedikit dan tengah menunggu pasokan tenda.(Sbn)

SebelumnyaUsai Disuntik Vaksin, Kajari Luwu Utara : Alhamdulillah Tidak Ada Rasa Sakit, Semua Aman
SelanjutnyaPergi Entah Kemana, Gadis di Malili Ini Tidak Pulang Sudah 15 Hari, Orang Tua Lapor Polisi