Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Komisi III DPRD Kabupaten Morowali Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) evaluasi terkait belum optimalnya tindak lanjut hasil rapat 15 Juni 2026 mengenai persoalan air bersih di Kecamatan Petasia. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD Morowali Utara, Senin (20/7/2026), dan menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk mempercepat penanganan kebutuhan air bersih masyarakat.
Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Morowali Utara, Helen, SE, serta dihadiri Sekretaris Komisi III Usman Ukas, SE, Ketua Komisi I Ince Mochamad Arief Ibrahim, S.H., anggota DPRD Fanny Mistika Tampake, M.Kom., Nur Islam Hidayat, S.H., dan Arman Purnama Marunduh, Kapolsek Petasia Iptu Theodorus Risupal, S.H., M.A.P., Kepala Dinas PUPRPKPD Destuber Mato’ori, S.T., M.Sc., Sekretaris DLHD Massangka, Camat Petasia Novrianto N., Lurah Kolonodale Moh. Yamin, SE, Lurah Bahontula Budi Tangko, SE, Pj. Kepala Desa Ganda-Ganda Narwita, KTT PT Halmahera Internasional Resources (HIR) Bekti Wahyu, serta perwakilan PT Sumber Permata Selaras (SPS) A. Firgiawan.
Dalam keterangannya, Helen mengatakan rapat tersebut menghasilkan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
” Mulai besok distribusi air bersih kepada masyarakat di tiga kelurahan akan kembali dilakukan dengan penambahan tandon air, armada water tank, serta kendaraan kaisar. Selama kondisi air belum normal, perusahaan tetap berkewajiban menyalurkan air bersih kepada masyarakat, ” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk solusi jangka panjang, Dinas PUPR bersama pihak perusahaan akan segera melakukan koordinasi terkait pembangunan jaringan perpipaan agar suplai air bersih dapat kembali normal secara berkelanjutan.
Selain itu, dalam pekan ini Komisi III DPRD bersama Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas persoalan lingkungan yang berkaitan dengan sumber air bersih.
Berdasarkan hasil rapat evaluasi, disepakati bahwa PT Halmahera Internasional Resources (HIR) menyediakan 10 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter beserta towernya serta mendistribusikan air menggunakan dua unit water tank dan kendaraan kaisar setiap hari hingga pekerjaan pipanisasi selesai. PT Sumber Swarna Pratama (SSP) juga menyediakan 10 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter beserta towernya yang akan diserahkan kepada Kecamatan Petasia. Selain itu, akan ditambah dua unit tandon air di Dusun III dan Dusun V Desa Ganda-Ganda.
Untuk solusi permanen, PT HIR bersama Dinas PUPRPKPD akan menjalin kerja sama (MoU) dalam pembangunan dan pemeliharaan jaringan perpipaan Air Baku Ance Ombo I, mulai dari pembangunan intake baru hingga jaringan distribusi dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) SPAM IKK Petasia menuju bak reservoir selama satu tahun.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Helen, SE, Usman Ukas, SE, Ince Mochamad Arief Ibrahim, S.H., Fanny Mistika Tampake, M.Kom., Nur Islam Hidayat, S.H., Arman Purnama Marunduh, Iptu Theodorus Risupal, S.H., M.A.P., Destuber Mato’ori, S.T., M.Sc., Massangka, Novrianto N., Moh. Yamin, SE, Budi Tangko, SE, Narwita, Bekti Wahyu, dan A. Firgiawan sebagai bentuk komitmen bersama dalam percepatan penanganan krisis air bersih di Kecamatan Petasia.
Melalui kesepakatan tersebut, DPRD Kabupaten Morowali Utara berharap distribusi air bersih kepada masyarakat dapat segera pulih, sementara pembangunan jaringan perpipaan menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih di wilayah terdampak.










