Luwu Timur, batarapos.com – Pemerimtah Desa Tarengge Kecamatan Wotu Luwu Timur menemukan 14 orang karyawan (sales) tinggal dalam satu rumah ditengah pandemi coronavirus.
Kepala Desa Tarengge (Anwar) beserta relawan Desa posko Covid-19 mendatangi rumah yang dihuni oleh 14 karyawan tersebut, Rabu (29/4/2020) sekitar pukul. 20.30 wita.
Para karyawan training tersebut mengaku diutus oleh PT. Salem Mandiri Jaya untuk tinggal di Desa Tarengge dan tinggal dengan waktu yang tidak ditentukan tanpa melapor ke pemerintah setempat.
Para karyawan ini menjual produk alat pijat dengan cara berkunjung dari rumah ke rumah, yang dianggap berbahaya dalam situasi waspada coronavirus.
“Kami baru dapat informasi kalau ada banyak karyawan yang tinggal dalam satu rumah di Desa kami tanpa melapor ke pemerintah setempat, saat ini kita semua waspada virus corona, profesi mereka ini rentan penyebaran virus karena mereka bekerja berkunjung dari rumah ke rumah” Ungkap Kepala Desa Tarengge saat mengecek kondisi kesehatan para karyawan.
Saat dikonfirmasi, 14 karyawan ini masing-masing 7 pria dan 7 wanita yang rata-rata masih remaja mengaku dari berbagai daerah seperti, Makassar, Bone, Sulawesi Tengah, bahkan ada 3 orang dari Medan.
Pemerintah Desa Tarengge masih memberi kebijakan terhadap 14 karyawan tersebut untuk malam ini, namun Pemdes Tarengge melalui Kepala Desa mengimbau agar besok pagi pihak perusahaan menjemput karyawannya untuk dipulangkan pasalnya para karyawan ini berada di Desa Tarengge sudah sekitar 3 hari tanpa sepengetahuan pemerintah.
“Malam ini kita beri kebijakan untuk tinggal, tapi besok pagi kita imbau agar pihak perusahaan menjemput mereka agar dipulangkan paling tidak dilakukan isolasi mandiri” Imbau Kades.
Para karyawan ini mengaku berpindah-pindah tempat, sesuai kondisi pasaran barang yang mereka jual, bahkan ada diantara mereka yang masih dalam masa training sejak tahun 2018 lalu. (**).











