Liputan : Tim
Jakarta, batarapos.com – PT Vale Indonesia Tbk hari ini mengumumkan hasil produksi dan keuangan untuk triwulan pertama tahun 2026 (“1T26”). Rabu, 29 April 2026.
Meskipun produksi dan pengiriman nikel matte lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, Perseroan berhasil mencapai kinerja keuangan yang kuat, didukung oleh harga jual
yang lebih tinggi, manajemen biaya yang disiplin, dan peningkatan efisiensi operasional.
Ikhtisar Produksi Nikel dalam Matte
1T26
4T25
1T25
Produksi nikel dalam matte (t)
13.620 17.052 17.027
Pada triwulan pertama tahun 2026, PT Vale mencatat produksi nikel matte sebesar 13.620 metrik ton (ton), dibandingkan dengan 17.052 metrik ton pada triwulan keempat tahun 2025 dan 17.027
metrik ton pada triwulan pertama tahun 2025. Hasil ini sepenuhnya sesuai dengan rencana Perseroan, yang mencerminkan optimalisasi kegiatan pemeliharaan yang terencana, termasuk
pembangunan kembali Furnace 3 yang dijadwalkan selesai pada semester pertama tahun 2026, serta dampak dari persetujuan RKAB 2026.
Sejalan dengan penyesuaian produksi yang direncanakan, pengiriman nikel matte menurun sebesar 25% secara triwulanan. Ke depan, PT Vale tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi setahun penuh sebesar 67.645 ton
dan berada pada posisi yang baik untuk memperoleh peningkatan dari harga nikel LME yang lebih tinggi.
Selain produksi nikel matte, tahun 2026 merupakan tahun penting dalam lintasan pertumbuhan PT Vale, karena Perseroan mulai mengoperasikan tiga blok pertambangan, yaitu Sorowako, Bahodopi,
dan Pomalaa secara bersamaan. Tonggak strategis ini ditunjukkan oleh volume produksi yang dapat ditingkatkan di setiap blok pertambangan, dan penjualan pertama bijih nikel limonit dari area Pomalaa pada awal tahun 2026, yang menandai perluasan signifikan portofolio komersial PT Vale dan memperkuat diversifikasi pendapatan di masa mendatang.
Volume Penjualan Bijih Nikel Saprolit & Limonit
1T26
4T25
1T25
Blok Bahodopi (dalam wmt)
886.094
1.400.245
–
Blok Pomalaa (dalam wmt)
88.983
19.514
–
Perseroan memperoleh keuntungan dari membaiknya dinamika harga nikel dunia selama triwulan tersebut, dengan PT Vale mencatat harga rata-rata nikel matte sebesar AS$14.213 per metrik ton,
Yang mewakili peningkatan 15% dari AS$12.308 per metrik ton pada triwulan keempat tahun 2025, dan menghasilkan total pendapatan sebesar AS$252,7 juta.
Yang perlu diperhatikan, tahun 2026 menandai tahun penuh pertama penjualan nikel matte dengan tingkat pembayaran 82%, yang
memberikan basis pendapatan yang lebih kuat dan visibilitas margin yang lebih baik.
Kedepannya, dengan harga nikel LME yang diperkirakan akan tetap berada pada tren kenaikan, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk lebih meningkatkan nilai dari struktur komersialnya yang telah dioptimalkan.
Dari sisi biaya, biaya tunai per unit penjualan nikel matte pada triwulan pertama tahun 2026 tetap kompetitif di AS$10.382 per ton, sedikit lebih tinggi dari AS$9.573 per ton pada triwulan keempat
tahun 2025, terutama mencerminkan harga input komoditas yang lebih tinggi. Untuk bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, dengan Bahodopi di AS$21 per ton dan Pomalaa di AS$13 per ton, termasuk royalti dan logistik. Dalam waktu dekat, Perseroan mengharapkan optimalisasi biaya tunai
akan didorong oleh volume penjualan yang lebih tinggi dari blok Pomalaa seiring dengan
peningkatan skala operasi.
Peningkatan volume diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan menghasilkan skala ekonomi yang lebih besar, yang sebagian akan mengimbangi basis biaya yang secara struktural lebih tinggi di Bahodopi dan mendukung profil biaya keseluruhan yang lebih seimbang.
PT Vale mencatatkan momentum pendapatan yang kuat pada triwulan pertama tahun 2026, dengan EBITDA meningkat 29% secara triwulanan menjadi AS$80,1 juta dan laba bersih melonjak 85%
secara triwulanan menjadi AS$43,6 juta, didukung oleh kenaikan harga dan peningkatan efisiensi
yang berkelanjutan. Meskipun pendapatan mencapai AS$252,7 juta, fundamental pertumbuhan tetap kokoh. Ke depan, Perseroan mengharapkan kinerja EBITDA, pendapatan, dan laba yang lebih kuat, didorong oleh harga nikel LME yang lebih tinggi, peningkatan leverage operasional, dan
perluasan margin seiring dengan peningkatan volume produksi.
1AS$ Juta
Di bawah ini terdapat tabel yang merinci konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil
(“HSFO”), diesel, dan batu bara PT Vale:
(*) Harga batubara disajikan dalam basis WMT (Wet Metric Ton) dan CFR (Cost & Freight)
1T26
4T25
1T25
EBITDA1
80,1
61,9
51,7
Pendapatan1
252,7
284,8
206,5
Laba1
43,6
23,6
21,8
1T26
4T25
1T25
Volume HSFO (barel)
267.927
281.885
319.536
Harga rata-rata HSFO per barel
AS$76,65
AS$78,24
AS$84,64
Volume diesel (kilo liter)
14.142
17.791
18.614
Harga rata-rata diesel per liter
AS$0,82
AS$0,84
AS$0,79
Volume batubara (t)
90.378
128.263
118.018
Harga rata-rata batubara per t (*)
AS$127,97 AS$128,33 AS$161,49
Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, konsumsi bahan bakar pada 1T26 menurun sesuai rencana, sejalan dengan pembangunan kembali Furnace 3, sementara stok penyangga yang cukup
memastikan operasi berjalan tanpa gangguan. Didukung oleh pengadaan yang disiplin dan inisiatif
efisiensi, harga rata-rata HSFO, diesel, dan batu bara menurun, memperkuat optimalisasi biaya dan mendukung agenda pengurangan konsumsi dan emisi Perseroan yang berkelanjutan.
Pada 23 April 2026, PT Vale mencapai tonggak penting dengan penandatanganan Pinjaman Terkait
Keberlanjutan (Sustainability-Linked Loan/SLL). Transaksi ini memperkuat strategi keuangan berkelanjutan Perseroan melalui fasilitas pinjaman sindikasi terkait ESG senilai AS$750 juta. Yang perlu diperhatikan, ini menandai Pinjaman Terkait Keberlanjutan pertama di industri pertambangan di Asia Tenggara, memperkuat kepemimpinan PT Vale dalam menanamkan keberlanjutan ke dalam
kerangka pembiayaannya.
Selama triwulan tersebut, Perseroan telah mengeluarkan sekitar AS$139,0 juta belanja modal, untuk mendukung aktivitas berkelanjutan dan proyek pertumbuhan strategis. Per 31 Maret 2026, kas dan setara kas berada di angka AS$220,1 juta, dibandingkan dengan AS$376,4 juta per 31 Desember 2025. PT Vale tetap berkomitmen pada alokasi modal yang bijaksana dan manajemen likuiditas yang disiplin untuk menjaga ketahanan keuangan sekaligus terus mendukung pertumbuhan jangka panjang.
“ Terlepas dari tantangan yang terus berlanjut dan lingkungan operasional yang tidak pasti, kami terus menunjukkan kemampuan kami untuk mempertahankan margin positif dan disiplin keuangan, ” kata Bernardus Irmanto, CEO dan Presiden Direktur PT Vale.
“ Pada saat yang sama, kami memperluas
portofolio komersial kami melalui dimulainya penjualan limonit dari blok Pomalaa, yang menandai
langkah penting dalam memperkuat diversifikasi pendapatan dan meningkatkan keberlanjutan bisnis
kami ke depan. ”
Kami menghimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Perseroan. Pencapaian operasional dan hasil keuangan interim telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya – semua angka dinyatakan dalam AS$ kecuali untuk produksi nikel dalam matte dan pengirimannya yang dinyatakan dalam metrik ton.
PT Vale Indonesia Tbk
Ikhtisar Produksi dan Keuangan
1T26
4T25
1T25
Produksi nikel dalam matte1
13.620
17.052
17.027
Penjualan nikel matte1
13.727
18.418
17.096
Harga realisasi rata-rata2
14.213
12.308
11.932
EBITDA3
80,1
61,9
51,7
Pendapatan3
252,7
284,8
206,5
Laba3
43,6
23,6
21,8
Laba per saham4
0,0041
0,0022
0,0021
1 metrik ton (t)
2 AS$ per t
3 AS$ juta
4 AS$
PT Vale Indonesia Tbk
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Interim (Dalam ribuan AS$ kecuali laba per saham dasar)
1T26
4T25
1T25
Pendapatan
252.663
284.806
206.525
Beban pokok pendapatan
(195.925)
(247.439) (187.012)
Laba bruto
56.738
37.367
19.513
Beban usaha
(8.907)
(27.577)
(7.901)
Pendapatan lainnya
3.677
3.609
101
Beban lainnya
(1.110)
(7.356)
(2.931)
Pembagian laba bersih
(4.846)
(2.623)
(2.422)
Laba Usaha
45.552
3.420
6.360
Keuntungan dari pelepasan pengendalian
entitas anak
–
(1.798)
448
Bagian laba neto dari entitas asosiasi
(68)
896
23
Keuntungan atas pengakuan nilai wajar
investasi pada saham
–
6.680
–
Keuntungan/(kerugian) atas pengakuan nilai
wajar aset derivatif
–
–
16.570
Pendapatan keuangan
3.463
15.754
7.553
Biaya keuangan
(2.382)
(2.597)
(2.046)
Laba sebelum pajak penghasilan
46.565
22.355
28.908
Beban pajak penghasilan
(2.953)
1.261
(7.113)
Laba periode berjalan
43.612
23.616
21.795
Kerugian Komprehensif lain :
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
− Perubahan yang timbul dari pengukuran ulang
aktuaria dari liabilitas imbalan pascakerja
–
57
–
− Pajak penghasilan terkait
–
(12)
–
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
– Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
entitas asosiasi
(1.151)
(487)
–
Total kerugian komprehensif lain
(1.151)
(442)
–
Jumlah penghasilan komprehensif periode
berjalan
42.461
23.174
21.795
Laba per saham
– Dasar dan dilusian (dalam nilai penuh Dolar AS)
0,0041
0,0022
0,0021
PT Vale Indonesia Tbk
Laporan Posisi Keuangan Interim
(Dalam ribuan AS$)
Aset
31 Maret 2026
31 Desember 2025
31 Maret 2025
(Tidak Diaudit)
(Diaudit)
(Tidak Diaudit)
Kas dan setara kas
220.117
376.359
601.395
Piutang usaha – Pihak-pihak berelasi
88.584
73.184
87.797
– Pihak ketiga
5.805
563
–
Persediaan
218.379
192.070
170.827
Pajak dibayar dimuka – Pajak
penghasilan badan
59.048
–
3.810
– Pajak lainnya
94.654
97.333
68.154
Biaya dibayar dimuka dan uang muka
4.056
4.159
8.125
Aset keuangan lancar lainnya
2.230
5.829
6.602
Jumlah aset lancar
692.873
749.497
946.710
Kas yang dibatasi penggunaannya
127.405
96.987
86.650
Pajak dibayar dimuka – Pajak
penghasilan badan
3.292
59.346
61.534
– Pajak lainnya
30.885
17.795
13.286
Investasi pada saham
19.950
19.950
12.934
Investasi pada entitas asosiasi
57.031
58.249
58.375
Aset derivatif
21.320
21.320
21.320
Aset tetap
2.380.561
2.313.449
1.978.015
Biaya dibayar dimuka dan uang muka
2.905
2.251
–
Aset pajak tangguhan
329
3.040
–
Aset keuangan tidak lancar lainnya
3.581
3.963
3.534
Jumlah aset tidak lancar
2.647.259
2.596.350
2.235.648
Jumlah aset
3.340.132
3.345.847
3.182.358
Liabilitas dan Ekuitas
Utang usaha – Pihak-pihak berelasi
–
400
–
– Pihak ketiga
174.102
203.409
153.886
Akrual
116.504
115.397
67.564
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
12.285
21.966
11.914
Utang Pajak – Pajak penghasilan badan
3.355
5.439
5.506
– Pajak lainnya
6.555
1.859
–
Liabilitas sewa
2.897
3.451
4.579
Liabilitas atas pembayaran berbasis saham
–
–
242
Provisi atas penghentian pengoperasian aset
8.799
9.465
4.282
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
1.125
1.004
1.172
Jumlah liabilitas jangka pendek
325.622
362.390
249.145
Liabilitas imbalan pascakerja jangka panjang
49.440
49.042
43.365
Liabilitas pajak tangguhan
–
–
9.492
Liabilitas sewa
18
31
1.366
Provisi atas penghentian pengoperasian aset
140.843
153.426
116.374
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
5.880
5.882
6.044
Jumlah liabilitas jangka panjang
196.181
208.381
176.641
Jumlah liabilitas
521.803
570.771
425.786
Ekuitas
2.818.329
2.775.076
2.756.572
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
3.340.132
3.345.847
3.182.358
PT Vale Indonesia Tbk
Laporan Arus Kas Interim
(Dalam ribuan AS$)
1T26
4T25
1T25
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan kas dari pelanggan
247.298
290.223
203.178
Pembayaran kas ke pemasok
(128.196)
(193.004)
(113.308)
Pembayaran pajak penghasilan badan
(4.831)
(7.212)
(4.753)
Pembayaran pajak lainnya
(21.871)
(12.470)
(22.336)
Penerimaan restitusi pajak penghasilan badan
–
4.715
Penerimaan restitusi pajak lainnya
41
2.268
35.195
Pembayaran ke karyawan
(39.950)
(9.104)
(36.163)
Penempatan jaminan keuangan
(40.806)
–
–
Penerimaan pendapatan keuangan
3.462
5.417
7.553
Pembayaran royalti dan retribusi
(32.722)
(34.632)
(13.685)
Arus kas bersih (digunakan untuk)/dihasilkan dari
aktivitas operasi
(17.575)
46.201
55.681
Arus kas dari aktivitas investasi
Pembayaran untuk pembelian aset tetap
(139.042)
(154.449)
(128.095)
Penerimaan hasil penjualan aset tetap
325
1.226
–
Pembayaran untuk penambahan investasi
pada entitas asosiasi
(9.838)
–
Penurunan arus kas bersih dari kehilangan
pengendalian entitas anak
–
77
(880)
Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas
investasi
(138.717)
(162.984)
(128.975)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Pembayaran liabilitas sewa
(1.289)
(4.517)
(1.454)
Pembayaran dividen
(2.286)
Pembayaran beban keuangan
(47)
(66)
(87)
Arus kas bersih dihasilkan dari aktivitas pendanaan
(1.336)
(6.869)
(1.541)
Penurunan bersih kas dan setara kas
(157.628)
(123.652)
(74.835)
Kas dan setara kas pada awal periode
376.359
496.337
674.690
Dampak perubahan selisih kurs terhadap
kas dan setara kas
1.386
3.657
1.540
Kas dan setara kas pada akhir periode
220.117
376.359
601.395











