Koordinator Seragam Sekolah Sebut Potongan Hanya Rp. 15 Ribu, Penjahit Akui Rp. 25 Ribu Per Seragam

Liputan : Tim

Luwu Timur, batarapos.com – Hak jawab dan klarifikasi koordinator penjahit kecamatan seragam sekolah gratis di Luwu Timur, dikirimkan ke redaksi batarapos.com, Sabtu 02 Mei 2026.

Mereka membantah dugaan adanya pungutan liar (pungli) ditingkat penjahit UMKM seragam sekolah, menurutnya potongan yang diberlakukan untuk pengadaan topi dan dasi sudah sesuai.

Syamsiar selaku koordinator kabupaten mengatakan bahwa, potongan untuk seragam TK hanya Rp. 15 ribu, sementara untuk seragam SD dan SMP Rp. 25 ribu, potongan dana itu, menurutnya untuk pengadaan topi dan dasi.

” Topi TK tidak ada bordirnya cuma SD dan SMP, harga topi TK hanya Rp. 15 ribu bukan Rp. 25 ribu, yang Rp. 25 ribu itu harga topi dan dasi untuk SD dan SMP,” Katanya sembari mengirim hak jawab.

Keterangan Koordinator Malili ini pun bertentangan dengan pengakuan penjahit seragam sekolah di Desa Tarengge Timur kecamatan Wotu.

Dia membantah jika potongan seragam sekolah TK hanya Rp. 15 ribu, dia menegaskan bahwa, saat dirinya menerima anggaran pembuatan seragam sekolah, dipotong sebesar Rp. 25 ribu.

” Saya dipotong Rp. 25 ribu, bukan Rp. 15 ribu, karena saat pencairan, saya dikasi total Rp. 200 ribu, tapi diminta kembalikan Rp. 25 ribu untuk dasi dan topi katanya mau dibordir, nah saya tidak bisa kalau bordir, sementara dasi TK itu kan menempel dia di baju sudah sepaket, jadi anggaran yang saya terima hanya Rp. 175 ribu per seragam,” Ungkap Nasriani.

Bahkan saat rapat sebelumnya tidak pernah dibahas soal potongan tersebut untuk topi dan dasi, mereka hanya disampaikan bahwa anggaran seragam sekolah untuk TK jumlahnya Rp. 200.000.

” Itu mi juga kami heran kenapa nanti cair dananya baru dipotong, kenapa tidak disampaikan memang waktu rapat, supaya kami juga tahu, bayangkan harga kain saja seratusan lebih, mana ongkos kerjanya, jadi tidak seberapa saja saya dapat, sementara potongannya untuk TK, SD dan SMP sama semua,” Ujar Nasriani.

Keterangan Nasriani juga dikuatkan dengan pengakuan ketua Kelompok penjahit Desa Tarengge Timur, Irene Sutrisno, dia mengakui jika potongan untuk dasi dan Topi seragam TK Rp. 25 ribu, potongan ini berlaku smaa dengan seragam SD dan SMP.

Dia merincikan bahwa anggaran seragam sekolah untuk TK sebesar Rp. 200 ribu, untuk SD Rp. 300 ribu dan untuk SMP Rp. 330 ribu.

” Benar itu pak, potongan untuk dasi dan topi seragam TK itu Rp. 25 ribu sama juga dengan SD dan SMP, karena katanya mau dibordir, penjahit di kelompok kami itu tidak bisa bordir makanya dananya dipotong,” Ucap Irene Sutrisno kepada batarapos.com.

Dia juga membeberkan bahwa di kelompok Penjahit desa Tarengge Timur ada 11 UMKM yang terdaftar sebagai anggota, namun hanya 8 yang mengerjakan seragam sekolah.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan