Dump Truk Terbawa Arus Diarea Pertambangan, Camat Sibulue : Itu Tambang Ilegal

1135

Bone, batarapos.com – Tiga unit dump truk pengangkut material dilokasi tambang pasir terbawa arus saat tengah mengantri disungai Cempat Langsat tepatnya Dusun Cempalenna, Desa Cinnong, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulsel, Pada sabtu sore kemarin (31/7/21).

Peristiwa itu sempat menjadi pusat tontonan masyarakat, bahkan sebahagian warga sengaja merekam video menggunakan kamera handpone saat detik-detik kendaraan tersebut hanyut terbawa arus.

Ketiga identitas pengemudi kendaraan dump truk tersebut diketahui masing-masing bernama Roni (41) alamat Kelurahan Panyula, Temma (58) dan korban lainya bernama Ancis (42) alamat Cabalu, Kabupaten Bone.

Dari gambar video amatir yang direkam langsung oleh warga saat kejadian terlihat jelas salah satu dump truk berwarnah merah terjebak ditengah sungai Cempat Langsat dilokasi TKP.

Sementara kendaraan dump truk lainya sudah dalam posisi terguling diantara derasnya arus sungai, begitu juga kendaraan dump truk lainya yang berusaha ditarik ketepi sungai menggunakan alat berat Excavator.

Camat Sibulue Andi Zainal Wahyudi, S.E M.Si dalam konfirmasinya kepada batarapos melalui telefon seluluer minggu 01 agustus 2021 menuturkan saat itu kendaraan dump truk tersebut sedang mengantri untuk mengambil bahan material pasir di sungai Cempat Langsat, tidak berselang lama secara tiba-tiba air sungai dari hulu meluap.

Menurut informasinya pak Danramil sudah terselamatkan mi semua tadi malam. Alhamdulillah tidak adaji korban jiwa”, cetus Camat Sibulue.

Ketiga kendaraan dump truk tersebut berhasil dievakuasi menggunakan alat berat jenis excavator dibantu oleh warga setempat.

Perihal keberadaan aktifitas tambang diduga ilegal beroperasi diwilayahnya selama ini, rupanya Camat Sibulue sama sekali tidak tahu menahu terlebih informasi dari pemerintah Desa tidak pernah terdengar.

Yang pasti menurut sepengetahuan saya tambang itu kayaknya belum punya ijin. Tapi kalau pemiliknya ataupun jangka waktu bekerjanya saya kurang tahu karena saya tidak urus seperti itu apalagi beroperasi tanpa ijin (artinya) Ada pihak yang lebih berwenang”, tegas Andi Zainal Wahyudi.

Bahkan Camat Sibulue mengaku kaget setelah terendus kabar adanya kendaraan terbawa arus, pasalnya selama kunjungan kerja diwilayah itu ia tidak pernah melihat terlebih mendapati aktifitas pertambangan dilokasi tersebut.

Makanya kemarin itu (pas kejadian) saya kaget tiba-tiba ada excabator dan mobil truk yang antri disitu. Saya memang ndik kalau pertambangan ilegal saya tidak urus”, tutup Camat Sibulue Andi Zainal Wahyudi, S.E M.Si. (Yusri)

SebelumnyaWarga Bone Divaksin, Dr. H. Bachtiar Baso : Jika Positif, Pasien Tidak Mengalami Gejala Berat
SelanjutnyaMobil Karyawan PT. Vale Tabrakan, Empat Orang Dilarikan ke Rumah Sakit