Enam Bulan Kasusnya Bergulir di Polsek Palakka, Korban : Pelaku Masih Berkeliaran di Taretta?

3

Bone, batarapos.com – Sepertinya aparat kepolisian Polsek Palakka lebih serius lagi dalam menangani kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terduga pelaku Amran.

Kepada korbanya Bustang Bin Songe (37), warga Desa Pasempe, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone yang terjadi di Dusun Lakoba, Desa Setempat beberapa bulan yang lalu.

Pasalnya, sejak bergulirnya kasus ini sejak 6 bulan terakhir berdasarkan Nomor Polisi LP/15/IV/2020/Sulsel/Res Bone/Sek Palakka, tanggal 08 April 2020 di Dusun Lakoba, Desa Pasempe, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone hingga saat ini belum juga membuahkan hasil.

Ironisnya lagi, terduga pelaku hingga saat ini masih berkeliaran bebas di Kabupaten Bone dan belum juga berhasil ditangkap oleh aparat  Kepolisian guna diproses secara hukum.

Baru lima hari kuliat, pas hari Minggu darika pasar Soppeng. Kuliat terus disitu kalau darika pasar”, tulis Bustang melalui pesan singkat WhatsApp kepada batarapos.com Kamis (3/9/2020).

Jauh sebelumnya, korban (Bustang binti Songe), juga sempat menceritakan kronologis hingga terjadi pemukulan yang dilakukan oleh terduga pelaku Amran saat malam itu.

Saya dipanggil oleh Rahman (Adik Erna), ke rumahnya. Saya tidak tahu kalau ada masalah seperti ini, saya dijemput diakae (Desa Pallawa Rukka, Kecamatan Ulaweng), sedang menuju pulang ke rumah istri saya Desa Pasempe” bebernya.

Namun setelah sampai di rumah istrinya, Bustang Bin Songe (Korban),  hanya menitipkan popok bayi dan sepeda motornya kemudian berboncengan tiga menuju rumah Erna bersama Rahman dan rekannya.

Sudah banyak keluarganya Erna menunggu saya di rumahnya, ada juga Amran sama warga lain saya tidak tau semua namanya. Baru saya tahu juga permasalahannya seperti ini” ungkapnya.

Lebih singkat dijelaskannya lagi, tiba – tiba Amran berdiri dan memanggil saya keluar dari dalam rumah sambil menujukkan jendela rumah Erna dan menuduh saya pernah mengintip melalui jendela tersebut.

Sampai di jendela, Amran mengaku pernah melihat saya mengintip Erna lewat jendela dan langsung memukul saya berkali kali” Tambahnm Bustang Bin Songe dalam konfirmasinya kepada batarapos.com Jumat (17/4/2020).

Begitu juga konfirmasinya Erna saat disambangi di kediamannya Selasa (28/4/2020) di Desa Pasempe, Kecamatan Palakka membenarkan penganiayaan tersebut bahkan ia sangat kecewa dan geram atas tuduhan dan fitnah yang disebarkan Amran kepada dirinya serta keluarganya itu.

Saya sempat marah saat kejadian itu malam, Amran menuduh Bustang masuk didalam rumah saya tengah malam lewat pintu, mengintip di jendela segala macam tanpa bukti, dan cerita ini sudah berkembang di masyarakat” Geram Erna.

Bustang binti Songe (Korban), masih keluarga dekat dengan suami saya, hanya Amran (terduga pelaku), yang sengaja membuat isu seperti ini dengan keluarga saya,” jelasnya. (Yusri).