Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Luwu Timur Sasar Pemilih Pemula di Tomoni

33

Luwu Timur, batarapos.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur sasar pemilih pemula dari kalangan pelajar pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang di gelar di Kecamatan Tomoni, Sabtu, (17/10/2020).

Pelibatan pemilih pemula dalam Pemilihan ini sangat penting karena persentase Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Luwu Timur, khususnya pemilih pemula yang berumur 17-20 Tahun sekitar 27%. Jelas Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja.

Dirinya pun mengajak para pelajar untuk menjadi pemilih – pemilih cerdas yang berani menolak politik uang, hoaks dan sara agar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur tahun 2020 dapat menjadi barometer dari 270 Kabupaten/Kota yang berpilkada.

Sementara itu Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad yang hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut menaruh harapan besar bagi para pemuda sebagai penerus generasi bangsa untuk membangun proses demokrasi yang semakin baik.

Generasi muda akan menjadi pemimpin masa depan bangsa, hari ini jadi siswa besok jadi pemimpin.

Cita-cita kita adalah bagaimana membangun bangsa ini menjadi bangsa yang semakin baik dan semakin demokratis, serta membuat masyarakat sejahtera, disegani bukan hanya karena kekuatannya tapi juga bagaimana membangun demokrasi bangsanya ke arah yang lebih baik”, jelas Saiful.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju maka semangat, nilai, budaya yang menjadi milik bangsa kita harus tetap terpelihara.

Semangat nilai tercermin dalam kejujuran, saling menghargai, bekerja sama dalam kebaikan, gotong royong.  Perkembangan teknologi boleh maju tp nilai harus teap terpelihara dan ini akan menjadi penyanggah proses demokrasi yang kita bangun”, tegas Saiful.

Apa yang dikerjakan Bawaslu pada prinsifnya adalah menjaga nilai agar tetap ada di diri kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai.

Letakkan nilai – nilai sebagai pondasi yang tidak boleh runtuh dalam membangun semangat bangsa kita lalu isi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi”, terang Saiful.

Jika ingin bangunan bangsa tetap utuh dan kokoh maka generasi muda mesti hadir untuk menjaga nilai dan menularkan kepada orang lain sehingga pada akhirnya, kita semua menyadari bahwa nilai-nilai yang diwariskan dan diajarkan leluhur kita harus dipelihara dengan baik karena hal tersebut menjadi karekteristik bangsa itu sendiri.

Mari menjaga nilai-nilai yang ada dengan menolak segala bentuk tindakan yang dapat mencederai demokrasi itu sendiri”, tutupnya.(**).