
Bone, Batarapos.com – Membagikan tempat cuci tangan secara gratis kepada seluruh rumah penduduk adalah salah satu alternatif paling terbaik yang diberikan kepada warga yang ada di Desa Mattirowalie, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
Tujuannya agar pencegahan penyebaran virus dalam memutus mata rantai Covid 19 dapat lebih maksimal, walaupun wilayah Desa Mattirowalie hingga saat ini tanpa Corona. Akan tetapi Pemdes tidak ingin kecolongan sedikitpun.
Pintu gerbang desa dijaga ketat, palang portal disertai petugas dari para relawan Satgas Covid 19 tak mengenal lelah, mereka bertugas 24 jam saling bergantian menjaga pos keamanan dengan jumlah sedikitnya empat orang. Mereka melakukan pemeriksaan disertai pendataan identitas secara teliti bagi para warga yang melintas hendak memasuki area lingkungan rumah penduduk desa.
Sedikitnya ada tiga dusun yakini Dusun Balubu, Dusun Coppokawarang, dan Dusun Kubba jadi sasaran kegiatan Pemerintah Desa Mattirowalie menyalurkan tempat cuci tangan yang jumlahnya secara keseluruhan 375 buah kepada rumah-rumah penduduk.

Dengan memakai sistem pengantaran melalui dor to dor serta dipantau langsung penyalurannya oleh Sekertaris Kecamatan Bengo Idil Adha A.Passamula, Babinsa Mattirowalie Koptu Muhannas, Bhabinkamtibmas Bripka A. Marfang serta sejumlah Aparat Desa, dan relawan Covid 19 yang berjumlah 30 orang, Selasa, 18/05/2020.
Sekertaris Kecamatan Bengo, Idil Adha A.Passamula juga adalah selaku Pelaksana Tugas Harian (PLT), Desa Mattirowalie, mengemukakan bahwa bantuan yang disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dalam penanganan dan penyebaran wabah pandemik Virus Corona Covid 19.
“Kita juga sudah penyaluran masker dan juga rutin melakukan penyemprotan cairan desinfektan terakhir penyaluran tempat cuci tangan”, ungkap Idil Adha A.Passamula.
Tidak hanya itu dalam penanganan Covid 19 serta memutus mata rantai penyebaran pandemik ini Pemerintah Desa juga memperketat akses masuk di wilayahnya dengan memasang portal serta penjagaan yang ketat selama 24 jam.
“Sekitar 30 Kader untuk relawan Covid 19, itu mi yang kita pakai bertugas diposko secara bergiliran. Karena kita disini posko 24 jam”, terangnya.
Kata Idil Adha A.Passamula lagi, Pemdes Mattirowalie yang dipimpinnya terbilang belum genap sebulan berdasarkan SK pengangkatan yang diterimanya, menilai perlunya pakaian keamanan relawan covid 19 seperti APD difasilitasi dari Pemdes juga dengan menggunakan Dana Desa seperti kegiatan yang berlangsung saat ini.
“Kita juga rencana siapkan pakaian APD pada kader yang berjaga diposko, Insya Allah dalam waktu dekat ini. Karena alangkah bagus kalau petugas yang berjaga itu dilengkapi APD saat bertugas”, tuturnya.
Mungkin bisa menjadi salah satu contoh dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19 diwilayah ini, saat salah satu warga Desa Mattirowalie hendak balik kekampung halaman dari Kota Makassar melakukan koordinasi kepada salah satu Kepala Dusun.
“Ada warga di Makassar (bekerja), menelfon hendak pulang dikampung lebaran istilahnya, dia telfon Kepala dusun. Tadi dia lapor sama saya, kalau ada warga begini. Makanya saya sampaikan untuk tidak mengambil resiko tahan mi dulu, jangan dikasi pulang karena lebih beresiko lagi kalau diterima”, tutup Idil Adha A.Passamula. (Zul/Yusri).












