23 Juli 2024, 10:56 pm

Pengakuan Korban Dugaan Kekerasan dan Percobaan Cabul Oknum Kades, Trauma Teror Asmara Sejak SMP

Liputan : Tim batarapos.com

Luwu Timur, batarapos.com – Korban dugaan kekerasan dan percobaan pencabulan oleh AM oknum Kepala Desa di kecamatan Mangkutana, Luwu Timur mengaku sangat trauma.

Kepada wartawan, korban NM (28) warga Desa Mulyasri, kecamatan Tomoni, Luwu Timur akhirnya buka suara perihal dugaan kekerasan dan percobaan pencabulan yang dialaminya, pada Senin malam tanggal 01 Juli 2024.

Korban juga sudah membuat laporan Polisi di Polres Luwu Timur, pada hari Jumat, tanggal 05 Juli 2024, saat pemeriksaan, korban didampingi oleh UPTD PPA Dinsos Luwu Timur, Yuda Pranama.

Sebelumnya, korban membuat pengaduan di Mapolsek Mangkutana pada Rabu malam, 03 Juli 2024 sehari setelah kejadian yang dialaminya.

” Kita lakukan pendampingan terhadap terduga korban, yang saat ini memberikan keterangan di Polres Luwu Timur,” Kata Yuda Pranama kepada wartawan.

Usai memberikan keterangan di Unit PPA Polres Luwu Timur, korban juga memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang sudah menunggu sejak sore hingga malam di Mapolres Luwu Timur.

Awalnya, korban takut berbicara dihadapan wartawan, pasalnya, sejak kejadian, dirinya sangat trauma dan memilih diam serta tidak berinteraksi dengan orang lain selain keluarga dekatnya.

Korban mengaku diteror asmara oleh terlapor, bukan hanya kali ini, namun sejak dirinya masih Sekolah di SMP, dia mengaku sering dihubungi oleh terlapor agar menerima cintanya.

” Sejak saya SMP dia suka sama saya, tapi saya tidak suka,” Ujar korban.

Teror asmara itu terus berlanjut hingga sekarang, sampai terlapor nekat masuk ke dalam rumah korban saat malam hari, terlapor nekat masuk ke dalam rumah lantaran DM (Direct Message) via instagram terlapor tidak direspon oleh korban.

Menurut korban, terlapor saat masuk ke dalam rumah sedang mabuk dan bau minuman keras, terlapor tidak mau keluar rumah meski dipaksa oleh korban yang saat itu sedang membersihkan rumah.

” Dia langsung masuk ke dalam rumah, dia mabuk, bau minuman keras, dia bilang kenapa tidak balas DM nya, saya jawab saya sibuk, saya suruh keluar tidak mau,” Ungkapnya.

Terlapor tidak mau pergi, malah kembali duduk di kursi dan memanggil korban kembali, korban juga mengaku ditarik paksa oleh terlapor lalu dipeluk, namun didorong oleh korban.

” Jadi saya luruskan, pintu rumah saat itu bukan terbuka sedikit, tapi tertutup rapat hanya tidak terkunci, saya bersih-bersih dalam kamar, saya keluar suruh dia keluar dari rumah tapi tidak mau, saat itu dia lakukan percobaan itu, tapi saya dorong,” beber korban.

Usai kejadian, terlapor kembali menelpon sebanyak dua kali namun tidak direspon oleh korban, sehari setelah kejadian, korban membuat postingan di instagram menyinggung terlapor agar meminta maaf atas perbuatannya.

” Dia menelpon dua kali di IG tapi tidak saya respon, karena dia tidak ada niatnya minta maaf, sehingga saya bikin status saya bilang, kenapa tidak minta maaf sudah lakukan begitu, baru dia minta maaf, tapi saya sudah tidak terima sehingga saya laporkan,” Tuturnya.

Sampai saat ini menurut korban, tidak ada komunikasi antara terlapor serta keluarganya dengan korban, dia juga menegaskan bahwa masalahnya ini jangan dikaitkan dengan politik menjelang Pilkada, serta berharap mendapat keadilan dari kejadian yang dialaminya sehingga tidak terulang lagi.

” Kami tidak ada komunikasi lagi, saya juga mau sampaikan jangan kaitkan masalah ku ini dengan politik, karena saya memang tidak pernah pergi mencoblos kalau ada pemilihan, saya hanya tidak mau ini terulang, saya sudah tidak tahan lagi diteror begini terus, saya harap masalah ini diproses hukum,” tegasnya.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan