SPBU Mangkutana Diduga Abaikan Surat Dinas Perdagangan Luwu Timur

1222

Luwu Timur, batarapos.com – SPBU Lopi 74.929.04 di Desa Pancakarsa Kecamatan Mangkutana diduga abaikan surat Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Luwu Timur, terkait pembatasan pengisian BBM, Kamis (11/11).

Surat Imbauan nomor 510/507/Disdagkop-UKM tanggal 9 November 2021 kepada seluruh SPBU di Kabupaten Luwu Timur agar membatasi pembelian BBM, untuk kendaraan roda 6 keatas maksimal Rp. 250.000 per hari, kendaraan roda 4 maksimal Rp. 200.000 per hari, kendaraan roda dua maksimal Rp. 30.000 per hari, itu dilalukan pemerintah guna mengantisipasi kelangkaan BBM di Luwu Timur.

Sementara pihak SPBU Lopi Mangkutana melakukan penjualan diatas harga pembelian tersebut hingga Rp. 400.000 atau full tangki kendaraan, itu dikatakan Koordinator Satpol PP dan Damkar Wilayah Mangkutana.

Sebelumnya, Satpol PP meminta kepada Wahab selaku pengawas SPBU Lopi agar melakukan pengisian BBM jenis solar secara terbatas sesuai surat edaran Dinas Perdagangan, namun pihak SPBU berdalih jika para sopir menolak pembatasan tersebut.

Ada informasi Satpol PP terkait pembelian melebihi yang tercantum dalam surat edaran Dinas Perdagangan,” Kata Personel Polsek Mangkutana.

Kepada batarapos.com Kepala Dinas Perdagangan Luwu Timur Dra. Rosmiyati Alwy, MM mengatakan akan mengkonfirmasi langsung pihak SPBU yang dimaksud.

Ia menyayangkan jika ada pihak SPBU yang mengabaikan surat edaran tersebut, itu dilakukan Pemerintah semata sembari menunggu pasokan BBM kembali normal.

Kita akan konfirmasi SPBU terkait, Semestinya pihak SPBU mengikutinya karena itu upaya kita dalam kelangkaan ini, sambil nunggu normal kembali dan masyarakat bisa terpenuhi semua kebutuhannya,” Ucap Rosmiyati Alwy.

Rosmiyati Alwy juga prihatin terhadap kondisi masyarakat yang rela antre berharap mendapatkan BBM, namun jika pengelola SPBU melakukan penjualan tidak berdasarkan surat edaran tentunya masyarakat tidak akan kebagian BBM.

Kasihan yang antri panjang kalau tidak ada pembatasan akan tidak kebagian yang dibelakang, masyarakat juga harus ngerti kondisi sekarang,” Ujar Kepala Dinas Perdagangan.

Tim batarapos.com/Mus

SebelumnyaBudiman Launching City Branding Luwu Timur Inspiring
SelanjutnyaSyafrudin Budiman Tokoh Relawan Jokowi Dukung Ganjar Pranowo, Pilih Puan Maharani Bikin Kadrun Berkuasa