Akun Facebook Rinjani Dewi Anjani Keluhkan Pelayanan Bank BTN, Sopyan : Memang Dibatasi

201

Luwu Timur, batarapos.com – Pemilik akun Facebook (Rinjani Dewi Anjani) keluhkan pelayanan Bank BTN KCP Malili, keluhan itu disebarkan melalui media sosial (Facebook), Senin (14/12).

Dalam postingannya di facebook Rinjai Dewi Anjani mengeluh soal terbatasnya pelayanan Bank BTN KCP Malili terkait pengurusan BSU Guru (Upah jasa) dan menyebut seorang security mengamuk dan mengusir nasabah.

Luar biasa Bank BTN Malili menyusahkan para guru upah  jasa yang mau mengurus BSU Guru…mereka jauh jauh datang ambil nomor antrian dan ternyata yg di layani hanya 10 orang.ketika para guru minta informasi kejelasannya bukannya di layani dgn baik malah security-nya ngamuk dan usir guru guru tersebut dgn kalimat urus saja di BRI tidak usah urus dsni…itu perempuan loh yg bapak security  bukan laki laki,itu guru loh bapak security, BPK  security masih mau kerja ngak….haruskah mereka nginap di kantor bapak supaya di layani…ayo profesional bank BTN Malili” Tulis Rinjani Dewi Anjani disalah satu group facebook.

Menanggapi soal postingan tersebut, Sopyan salah satu Security Bank BTN KCP Malili membantah jika dirinya mengamuk saat itu, menurutnya kejadian itu pada tanggal 10 Desember 2020 namun baru hari ini diposting oleh yang bersangkutan.

Tidak benar itu pak kalau dibilang saya mengamuk dan usir nasabah, banyak yang saksikan saat itu, saya memang sempat melayani debatnya saat itu karena dia sebutkan bahwa lebih bagus di BRI dari pada disini, makanya saya jawab jangan ki begitu karena kita baru datang, sementara yang lain sudah duluan” Kata Sopyan kepada batarapos.com.

Menurut Sopyan pelayanan Bank BTN KCP Malili sejak pandemi covid 19 ini menerapkan pembatasan pelayanan sebagai bentuk protocol kesehatan, dimana nomor antrian setiap harinya maksimal 10 orang, namun pelayanan tetap buka dari pukul. 08.00 wita sampai dengan pukul. 15.00 wita.

Memang dibatasi pelayanan pak selama covid 19, apalagi kita disini hanya satu Cs kalau tidak dibatasi bisa menumpuk orang, sementara berkas yang sudah masuk saat itu sudah banyak yang duluan, malah si ibu itu nyolot maksa mau mau masuk dan dilayani cepat” Ucap Sopyan. (**)