Dikomplain Ortu Siswa, Kepala UPT SDN 110 Saele Akui Kerap Lambat Masuk Sekolah

Liputan : Tim

Luwu Timur, batarapos.com – Orang tua siswa di UPT SDN 110 Saele, kecamatan Wotu, kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan komplain kepala sekolah.

Ortu siswa pertanyakan jam kerja kepala sekolah yang jarang ditemui di sekolah saat hari kerja.

Selain mempertanyakan soal kehadiran kepala sekolah di sekolah, ortu siswa juga pertanyakan soal perhatian antara sekolah induk dan kelas jauh UPT SDN 110 saele yang dianggapnya dibedakan.

Berikut pertanyaan ortu siswa yang dikirimkan ke Redaksi batarapos.com.

Assalamualaikum wr. Wb.
Kami warga saile bertanya kepada Barata Pos

1. apaka sekolah kelas jauh di sanggona lain dia kepala sekolahya dan lain jg dana sekolahya degan sekolah saile. Kami lihat Disekolah saile dibangun tempat parkir mobil kepala sekola dan guru. Dibagun gerbang sekolah. Dikasi baik lantai lapangan dan kami degar habiskan dana puluan juta na sekolah di sanggona bocor dindin kelasnya lobang atapya dan masuk air hujan. Kasian kemanakan dan cucu kami yg sekolah disanggoana.

2. Jam berapaga harus ada kepala sekola kalo pagi? kami antar anak kami kalo pagi kesekola tidak pernah ketemu kepala sekolanya. Nabilang biasa guruya belumpi datang kepala sekolah kami tidak terlalu kenal yg manaya.

Tolong Barata Pos bisa liat liat dan cek lansung semuanya supaya berjalan degan baik Terima kasih.

Menanggapi hal Tersebut, Asriani, Kepala UPT SDN 110 Saele membenarkan jika dirinya memang kerap terlambat masuk sekolah setiap paginya.

” Kalau terlambat ke sekolah itu saya akui memang iya, karena saya tinggal di Bone-bone, jadi saya setiap hari pulang pergi Bone-bone ke sekolah, karena di sekolah belum ada rumah dinas,” Ucap Kasek, menjawab pertanyaan ortu siswa, Rabu 17 Juni 2026.

Soal bangunan kelas jauh yang juga dikeluhkan ortu siswa, Kasek mengaku sudah maksimal membagi anggaran Dana BOS untuk sekolah dan kelas jauh.

Menurutnya, Lantai dan dinding di kelas jauh sudah diperbaiki, sementara tempat parkir dan gerbang juga diperbaiki semua menggunakan dana BOS.

” Kalau dibilang dibedakan tidak, karena dulunya itu RKB lantai tanah jadi kami lantai dengan dinding, kalau itu bocor atapnya mungkin waktu dibangun itu WC sehingga kena, itu gerbang memang sudah lapuk jadi diperbaiki,” Ungkap kasek.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan