Liputan : Tim
Luwu Timur, batarapos.com – Pengadaan ambulance desa menggunakan dana CSR PT Vale Indonesia bersoal. Erwin R Sandi berbohong? Lost contact.
Sebelumnya, Erwin R Sandi menitip pesan klarifikasi ke melalui sahabatnya, Hajar. Katanya, pengadaan ambulance sebanyak 26 unit. Desa yang telah melakukan transfer sebanyak 24 desa.
“Jumlah transfer yang masuk ke kami 24 desa x 250 juta : 6 miliar. Kami telah melakukan PO pada dealer sebanyak 26 unit. Pada saat kami melakukan PO di dealer, ada stok 5 unit dan kami langsung mengambil itu,” pesan Erwin R Sandi kepada Hajar diteruskan kepada wartawan, Sabtu, (02/05/2026).
” Sisanya oleh pihak dealer kami harus menunggu produksi dikarenakan yang kami mau adalah produksi 2026. Sementara saat kami PO stoknya habis. Ambulance telah ada di Luwu Timur sebanyak 5 unit,” sambung Erwin R Sandi melalui Hajar.
Hajar bilang, Erwin R Sandi saat ini berada di Jakarta untuk mengurus sisa unit sesuai kontrak. “Mobilnya yang sesuai spek juga sudah tidak produksi. Tapi karena PO ku besar dan saya lobi mereka akhirnya mau produksi,” pengakuan Erwin kepada Hajar
Fakta-Fakta Pengadaan 26 Unit Ambulance
Ternyata, mobil Daihatsu Luxio yang dipesan di TMS Daihatsu Serpong, Kabupaten Tenggarong sudah ready sejak Februari 2026. Hanya saja, Erwin R Sandi tak menyelesaikan pembayaran.
” Kita tidak ada kendala. Kami sudah siapkan 21 unit dari Februari. Unit ada semua. Bahkan sebelum deadline kita siapkan lebih maju unitnya. Tapi belum dibayarkan, ” kata Supervisor TMS Daihatsu Serpong, Ratno Budiarto melalui sambungan telepon WhatsApp kepada wartawan, Senin (11/05/2026).
Ratno mengaku kehilangan kontak (lost contact) dengan Erwin R Sandi. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan rekan Erwin R Sandi bernama Herlina Andriani Haris. Seorang perempuan berparas cantik yang digunakan Erwin R Sandi untuk memesan unit di dealer Daihatsu.
” Herlina bilang belum ada pembayaran dari sana (PT Vale). Padahal kami sudah dikonfirmasi juga dari PT Vale, uangnya sudah ditransfer ke Vendor. Karena masalah ini, saya kena marah dengan atasan. Saya bisa kehilangan pekerjaan Pak, ” ungkap Ratno Budiarto.
Ratno bilang, Erwin R Sandi melalui Herlina memesan 26 unit. Uang yang disetorkan baru booking fee sebanyak Rp 260 juta. Ini hitungan booking fee Rp 10 juta per unit.
” Sudah pelunasan 2 unit. Harga per unitnya Rp 199,79 juta. Yang 3 unit itu dari dealer lain. Bukan dari saya. PT Malili ini pecah dealer. Tersisa 21 unit ini belum dibayar. Sekarang unitnya tinggal. Unit yang sangat sulit dijual. Saya kena marah dari atasan. Kami jadi korban,” bebernya lagi.
Peran Herlina Andriani Haris Sales Cantik yang Rela Pindah KTP
Dalam pengadaan 26 unit ambulance merek Daihatsu Luxio D, Erwin R Sandi menggunakan jasa Herlina Andriani Haris. Perempuan yang bekerja sebagai sales di salah satu perusahaan kendaraan roda empat (bukan Daihatsu) di Kota Makassar.
Perempuan yang disapa Lina ini rela pindah KTP agar harga unit mobil murah, Harganya Rp 199 juta lebih. Tak cukup Rp 200 juta. Dokumen faktur dan lainnya nanti diurus di Sulsel.
Sayangnya, Lina tak ingin memberikan keterangan terkait kendala pemesanan unit Luxio. “Sy tdk berhak untuk konfirmasi sama mas! Sy cm mau konfirmasi dari pihak vale saja !,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
” Jadi tolong jangan di hubungi lagi. Terkait masalah tersebut boleh langsung konfirmasi sama yang bersangkutan bukan sama saya !!!, ” sambung Lina melalui pesan WhatsApp.
Tak ada lagi keterangan lain dari Lina. Panggilan telepon sempat diangkat, namun dimatikan lagi.
Wartawan menerima dokumen PO 26 unit Daihatsu Luxio. Dalam dokumen itu, tertulis dibuat tanggal 3 Februari 2026. Harga setiap unitnya Rp 230 juta.
Harga ini ternyata diatas kertas saja. Harga setiap unit dari pengakuan supervisor Daihatsu Luxio, hanya Rp 199 jutaan. Tak sampai Rp 200 juta.
Para kepala desa sudah mengirim uang Rp 250 juta dari total harga unit Rp 280 juta. Namun, Erwin R Sandi tak menyelesaikan pembayaran ke pihak dealer. Kontaknya tak bisa dihubungi.











