Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Disektor Pertanian Sebagai Sumber Pendapatan Daerah di Kabupaten Luwu Timur

49

batarapos.com – Indonesia merupakan negara agraris artinya bahwa sektor pertanian memegang peranan yang penting tentunya dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja dalam sektor pertanian atau dari produk produk nasional yang berasal dari sektor pertanian itu sendiri.

Pertanian memiliki arti luas yang dimana terdiri dari lima sektor, yaitu tanaman pangan, perkebunan, perternakan, perikanan, dan kehutanan. Kelima sektor tersebut bila ditangani dengan serius tentunya mampu memberikan sumbangan yang besar bagi perekonomian Indonesia sebab kelima sektor tersebut sangat melimpah di negara kita.

Luwu Timur menjadi salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi pertanian yang melimpah. Dimana sektor pertanian menjadi penyumbang pendapatan terbesar kedua setelah sektor pertambangan. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah “Sudahkah pemerintah memberikan kontribusi besarnya terhadap sektor pertanian itu sendiri ?”.

Salah satunya di Tomoni Timur beberapa permasalahan yang sering dijumpai oleh para petani yaitu ketersediaan air, Saluran irigasi yang kurang memadai, ketersediaan dan keterjangkauan pupuk yang sangat minim dan lambat ketersedianya, fluktuasi harga gabah. Pada pasca panen tahun ini banyak para petani di Kec. Tomoni Timur yang mengeluh sebab mengalami kerugian akibat menurunnya hasil panen akibat hama, serta harga jual yang turun drastis yang semula Rp 4500 menjadi Rp 3800.

Tentu ini menjadi problem petani yang sampai saat ini tak kunjung terselesaikan. Serta menjadi tugas rumah bagi pemerintah daerah  untuk lebih melakukan penguatan kelembagaan koperasi petani untuk membeli produk petani dengan harga yang ditetapkan dan menguntungkan petani, Sehingga petani di Kabupaten Luwu Timur terkhusus kecamatan Tomoni Timur bisa sejahtera.

 (Citizen Reporter)

Nurul Hamida Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

SebelumnyaDugaan Korupsi PSR di Luwu Timur Belum Ditingkatkan, Penyidik : Kami Belum Maksimal
SelanjutnyaBabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sassa Hadiri Kegiatan LDK Remanurwasa Akt ke VI