Program 4 Kali Tanam Padi Setahun di Luwu Timur Gagal, 16 Hektar Jadi Santapan Tikus

274
Kondisi padi petani sebanyak 16 hektare diserang hama tikus

Luwu Timur, batarapos.com – Kegiatan Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) atau program tanam empat kali dalam setahun di Kabupaten Luwu Timur melalui kementrian Pertanian gagal total.

Program itu berlangsung di Desa Lambara Harapan, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur yang dilaksanakan oleh Kelompok tani Hikma Jaya II, Sebanyak 16 hektare padi petani di kelompok tersebut untuk musim tanam kedua menjadi santapan hama tikus alias puso.

“Enam belas hektar puso, semua dimakan tikus tanpa tersisa, banyak kerugian petani yang timbul diprogram ini, sekarang padi yang baru berusia dua bulan sudah habis, karena kita tanam sekitar tanggal dua belas bulan mei,” Kata Bahtiar selaku ketua Kelompok Tani Hikma Jaya II kepada batarapos.com.

Petani yang tergabung dalam program tersebut sangat mengeluh kerugian, meski mendapat bantuan bibit dan dana 31 juta untuk 16 hektar sarana pupuk namun sarana olah sawah, tanam padi dan pemeliharaan sepenuhnya ditanggung oleh petani.

“Program ini, petani hanya dibantu bibit dan dana tiga puluh satu juta lebih untuk enam belas hektar, itu untuk enam item sarana termasuk pupuk, tapi bukan pupuk subsidi tapi nonsubsidi” Ucap Bahtiar.

Menurut Bahtiar, saat ini lahan 16 hektar yang puso sebagian sudah dibajak ulang untuk mengikuti jadwal musim tanam ketiga, petani kembali merogoh kantong untuk biaya turun sawah.

Untuk biaya bajak sawah dan persiapan tanam sendiri kata Bahtiar, petani harus menyiapkan baiaya diatas 2 jutaan per hektar.

“Terpaksa kita keluarkan lagi biaya untuk olah ulang itu diatas dua juta untuk bajak dan tanam, karena kalau tunas yang mau ditunggu sudah tidak maksimal, sekarang sebagian petani sudah bajak sawahnya untuk menyesuaikan dengan musim tanam ini” tuturnya.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur (Darfan) juga membenarkan bahwa program tersebut adalah program pemerintah pusat, petani diberi bantuan bibit dan dana 31 juta untuk sekali musim.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan ke pusat terkait gagalnya program tersebut, namun pemerintah pusat tetap akan melanjutkan program tersebut.

“Ini program pemerintah pusat, kita sudah laporkan ke pusat terkait tanaman yang dihabisi tikus, dari pusat katakan bahwa program ini tetap akan dilanjutkan, petani melalui kelompok diberi bantuan bibit dan dana untuk sekali musim” ungakpnya.

Untuk jadwal tanam padi pada program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dimulai pada Bulan Desember 2020 untuk musim tanam I, Bulan April 2021 untuk musim tanam II, Bulan Juli 2021 untuk musim tanam III dan Bulan Oktober untuk musim tanam IV. (**)

SebelumnyaOptimis Bakal Berjaya, Bumdes Siamasei Dinahkodai Tiga Anak Muda
SelanjutnyaPemkab Lutim Tetapkan 30 Desa Jadi Lokus Stunting