“Te’embu Marasaia Hawe a Manangaia”, Christol Lolo Usung Visi Desa Bunta Berkelanjutan Menuju Masyarakat Sejahtera

Liputan : Rudini

Morowali Utara, batarapos.com – Christol Lolo menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Kepala Desa Bunta periode 2026–2034 dengan membawa visi pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta tata kelola desa yang transparan dan profesional. Selasa, 12 Mei 2026

Dalam pemaparannya, Christol Lolo menegaskan bahwa perjalanan panjang sejarah masyarakat Desa Bunta menjadi dasar utama lahirnya visi kepemimpinannya. Ia mengangkat semangat “Te’embu Marasaia Hawe a Manangaia” yang berarti “dari penderitaan menuju sejahtera”, sebagai simbol perjuangan masyarakat Bunta dari masa lalu hingga saat ini.

Menurutnya, sejarah masyarakat To Wulanderi tidak dapat dipisahkan dari peristiwa perang melawan Kompeni Belanda di Benteng Wulanderi tahun 1907 yang menyebabkan gugurnya Raja Marunduh sebagai Raja Kerajaan Mori saat itu. Setelah peristiwa tersebut, masyarakat dipindahkan ke wilayah rawa yang penuh wabah malaria oleh Pemerintah Hindia Belanda.

“ Perjalanan panjang masyarakat Bunta penuh dengan perjuangan dan penderitaan. Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memahami sejarah dan mampu membawa desa ini menuju masa depan yang lebih baik, ” ujar Christol Lolo.

Ia juga menyoroti perkembangan Desa Bunta yang kini menjadi wilayah heterogen dengan keberagaman suku dan budaya akibat program transmigrasi pemerintah maupun transmigrasi mandiri sejak beberapa dekade terakhir.

Masuknya investasi industri nikel di wilayah Bunta, lanjutnya, telah memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jika dahulu masyarakat hanya bergantung pada hasil sagu dan atap rumbia, kini peluang ekonomi semakin terbuka luas. Namun demikian, pembangunan harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keseimbangan sosial masyarakat.

Dalam visi yang diusungnya, Christol Lolo menargetkan terwujudnya Desa Bunta yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui tata kelola sumber daya alam yang adil, transparan, dan berwawasan lingkungan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menetapkan empat misi utama, yakni optimalisasi kemitraan strategis dan pemberdayaan ekonomi lokal non-tambang, perlindungan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat, pengembangan kualitas sumber daya manusia desa, serta transparansi tata kelola pemerintahan desa.

Christol Lolo juga menegaskan pentingnya mempersiapkan Desa Bunta menghadapi masa depan pasca-industri agar masyarakat tetap memiliki sumber ekonomi yang berkelanjutan.

“ Pembangunan desa tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya alam yang suatu saat akan habis. Kita harus menyiapkan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan, ” katanya.

Ia berharap seluruh masyarakat Desa Bunta dapat bersatu membangun desa yang maju, aman, dan sejahtera dengan tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan, budaya, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Bunta.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan