Liputan : Tim
Luwu Timur, batarapos.com – Ketua Umum Generasi Muda Sumbernyiur (GEMSI) kritik lintasan balap ojek di Kalaena, Luwu Timur.
Hasmin Syarif Ketum GEMSI selaku penggagas balap ojek gabah pertama di Luwu Timur prihatin dengan kondisi lintasan balap yang terkesan menyiksa peserta.
Hasmin Syarif menekankan agar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Luwu Timur memberikan teguran kepada panitia pelaksana untuk membenahi jalur lintasan.
” Ini sangat memprihatinkan, bukan lagi balap ojek tapi dorong ojek, saya mendesak ketua IMI Luwu Timur untuk melakukan evaluasi lintasan sebelum memakan korban, tolong perhatikan juga keselamatan peserta” Kata Hasmin.
Kondisi lintasan balap ojek gabah di kalaena mulai dari titik start dinilai tidak sesuai standar prosedur keselamatan dan keamanan peserta.
Medan yang dalam dan berlumpur membuat motor peserta tidak lagi dikendarai melainkan didorong yang bisa berakibat fatal terhadap peserta, minimal terdapat lintasan yang tidak berlumpur dan dalam.
” Ini lintasan selain meguras tenaga, napas peserta juga bisa habis, sama sekali tidak ada titik lintasan yang menjadi titik pernapasan peserta semua dalam dan berlumpur, ini baru hari kedua, bagaimana kalau final besok, semoga tidak ada peserta yang fatal,” Harap Hasmin.
Usai mendapat kritikan GEMSI, ketua IMI Luwu Timur Hardiansyah siap melakukan evaluasi melalui panitia pelaksana kegiatan.
Hardiansyah mengaku sempat menegur lintasan saat pembukaan, dia melihat lintasan yang memang tidak ada titik tertentu untuk peserta menunggangi motor.
” Saya akan hubungi panitianya, kemarin memang saya sempat tegur, minimal ada lintasan yang tanahnya keras untuk peserta ambil napas tunggangi motor, ini semua berlumpur dan dalam, bukan lagi balap ojek tapi mendorong motor ojek,” Ucap Hardiansyah.
Sejak berlangsung kegiatan pada pembukaan kemarin hingga hari ini, sudah banyak peserta yang menyerah dan keluar dari lintasan lantaran jalur yang dalam dan berlumpur membuat motor sulit bergerak.











