Pelajar Daring Ngeluh di WhatsApp, Guru Keluarkan Siswanya Dari Group, Begini Kronologisnya

403

Bone, batarapos.com – Sebuah video percakapan digroup WhatsApp seorang pelajar Sekolah Dasar asal kabupaten Bone hingga viral setelah diposting digroup facebook Info Kejadian Bone (IKB Officia), pada hari senin, (13/4/2021) hingga mendapat tanggapan dari  netizan.

Dalam video yang berdurasi 52 detik tersebut yang direkam ulang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan kamera handphone. Terdengar pesan suara dari salah satu pelajar menggunakan bahasa bugis terkesan mengeluh dengan tugas yang diberikan pihak sekolah.

“Puang…jangan banyak dikirim tugas puang, sedikit (saja) karena sakit Kepalaku, demam (juga) puang, sakit juga leherku, tidak bisa (juga) tunduk sekali karena sakit siku ku lo puang, nah marah (juga) mamaku puang, cepat juga lowbet hp ku (Handphone) puang. Sedikit (saja) dikirim Puang, sakit kepala ku Puang..Tabe puang. Kalau (Hari) senin saya (akan) pergi kesekolah kalau bertugas orang, kalau soal tugas sedikit (saja) dikirim puang karena marah mamaku”,tutur pelajar tersebut.

Berselang 12 detik usai mengirim pesan suara, penghuni didalam group whatsApp tersebut diketahui seorang wali kelas III  kemudian membalas keluhan siswanya itu

“Bukan urusan saya itu sudah kewajiban sekolah bahwa kalau setiap hari ada tiga tugas okey. Jadi mohon maaf untuk Hasriani”,tulisnya.

Tidak lama kemudian, pengirim pesan tersebut tiba-tiba saja mengeluarkan siswi tersebut dari group whatsApp. Hingga mendapat tanggapan dari netizen, seperti yang dituliskan oleh pemilik akun facebook @Azhok DelapanDelapan

“Gurunya jg baperan langsung dikick siswanya”,tulis Azhok DelapanDelapan dikolom komentar.

Begitu juga dituliskan pengguna akun lainya bernama @Riawan Andi Syah “Ini keluhan nya anak-anak seperti anakku sudah mulai bosan di rumah”,

Terpisah, dalam konfirmasinya kepada batarapos melalui telefon seluler selasa malam (13/04/2021) Jusna, S.Pd (wali kelas III) SD Ipres 12/79 Biccoing membenarkan perihal tersebut.

“Itu (percakapan) sudah lama, tiga bulan yang lalu (bahkan) sudah diselesaikan, tiba-tiba ada yang sebarkan”,beber Jusna.

Bahkan Jusna mengaku jika pihak sekolah tidak pernah memberikan mata pelajaran yang  memberatkan muridnya. Hanya saja sekarang anak-anak (siswa) pakai gadget, mungkin saja karena ketergantungan yang berdampak capek sehingga (siswa) mengeluh.

“Biasa dua mata pelajaran saja. Satu mata pelajaran (Dan) satu tugas”tambahnya.

Saat ditanya alasan Jusna mengeluarkan muridnya dari group whatsApp, tidak lain memberikan arahan dan nasehat supaya tidak menjadi contoh bagi siswa lainya.

“Saya kaget melihat itu video (sehingga) tiba-tiba viral. Keberatan sekali karena kenapa langsung viral tanpa sepengetahuan pihak sekolah”,cetus Jusna, S.Pd.(Yusri)

SebelumnyaTimur Indonesia Bersatu Bersama Stafsus Presiden Billy Mambrasar Berkomitmen Percepat Bawa Perubahan Untuk Indonesia Timur
SelanjutnyaTertuang Dalam Surat Telegram Kapolda Sulsel, Tiga Perwira Pejabat Utama di Polres Lutra Bergeser